8000-an BMW Hasil Tangan Anak Bangsa

BMW Investasi 100 Miliar Rupiah di 2011 – Merek Premium BMW memang sudah sejak lama bercokol di Indonesia. Pasalnya semenjak kehadirannya di tanah air di 2001 yang lalu melalui BMW AG, merek ini masih berjaya hingga sekarang tanpa penyusutan berarti. Praktis, hampir 15 tahun BMW sudah secara resmi berada di Indonesia dalam menjalankan bisnisnya. Tentunya kontribusi BMW kepada bumi pertiwi bisa dibilang merupakan hubungan salingmenguntungkan satu sama lain.

8000-an bmw hasil tangan anak bangsa

Buktinya, BMW dikabarkan telah menyuntik 100 Miliar Rupiah guna keperluan investasi di 2011 yang lalu. Nyatanya memang 100 Miliar Rupiah tersebut punya dampak positif yang tidak sedikit. Hal ini dibenarkan melalui data yang dirangkum oleh Kompas (12/5/2016), bahwa setidaknya sudah ada 8.562 unit BMW yang dirakit oleh tangan-tangan trampil masyarakat Indonesia semenjak 2011 hingga Maret 2016 yang lalu.

8000-an produk tersebut BMW terdiri dari dua model sedan. Tersebut BMW Seri 3 dan Seri 5, serta SUV X1, X3, dan X5 pernah dirasakan untuk dirakit oleh tangan-tangan pribumi. Walaupun demikian, nyatanya BMW AG tidak secara langsung mengerjakan proyek perakitan tersebut. Hal ini dikarenakan investasi 100 Miliar Rupiah yang dilakukan oleh BMW AG merupakan investasi dalam bentuk kontrak pengerjaan yang disabet oleh PT. Gaya Motor sebagai bagian dari Astra Group.

Jika ditanya jumlah, Nyatanya BMW Seri 3 merupakan tipe BMW dengan kapasitas produksi tertinggi. Pasalnya, kendati baru dimulai produksi pada Oktober 2012 yang lalu, seri ini sudah dicopy sebanyak 3.737 di Indonesia. Posisi kedua disabet oleh saudara dekatnya yakni seri 5 dengan jumlah 2.247 unit semenjak Desember 2011. Lucunya walaupun X1 diproduksi lebih dulu di Oktober 2011, nyatanya jumlah produksinya sama dengan X3 yang diproduksi semenjak Mei 2012 dengan angka produksi yang sama yakni 1.397 unit.

separator

Posisi terakhir memang wajar ditempati X5, lantaran varian baru ini baru mulai diproduksi pada Agustus 2014. Produksi itupun masih perlu disuntik dana lagi sebesar 50 Miliar rupiah yang sudah dilakukan oleh BMW AG di awal masa produksinya. Hal yang menarik, pada Mei 2016 ini BMW AG juga menyuntik anggaran sebesar 10 Miliar Rupiah untuk memproduksi lagi varian terbaru X1.

Dari data tersebut, setidaknya dapat digambarkan minat konsumen atas beberapa varian tipe BMW yang dikerjakan oleh tangan terampil masyarakat Indonesia. Hanya saja hingga saat ini masih belum didapati informasi beda ‘rasa’ BMW impor dan BMW lokal. Biasanya, agen pemegang merek dilarang melakukan perubahan apapun termasuk dari segi kualitas tanpa izin dari pemilik merek. Artinya BMW impor dan lokal harusnya sama saja. Baca juga BMW Group Indonesia Mendapat Kepercayaan dari BMW dan BMW Motorrad Sedang Mempersiapkan Motor Terbarunya dengan Nama BMW K 1600R.

Top