Panther Menikung Sienta

Panther Berusaha Ambil Kesempatan dalam Kesempitan – Mobil dengan segmen MPV di Indonesia memang bisa dibilang paling hangat untuk dibicarakan. Karena dengan kondisi jalanan yang tak selalu stabil dihubungkan dengan jumlah anggota keluarga yang besar, plus budaya mudik dengan membawa serangkaian karung oleh-oleh bisa dibilang menjadi penyebab kenapa sebuah mobil harus dapat digunakan secara multi fungsi di Indonesia.

panther menikung sienta

Tentu, hal ini yang mungkin membuat berita hot selalu lebih tertuju dan lama bertahan untuk varian baru dengan kelas MPV dari vendor manapun juga. Terakhir, Toyota Sienta memang menjadi primadona pemberitaan yang tiada habisnya. Menariknya apabila sedikit beralih ke model lama lintas vendor, Isuzu dengan Panther-nya memiliki pandangan tersendiri terhadap kelas MPV ini.

Pasalnya Isuzu Panther yang bergerak dengan minuman Solar ini, dinyatakan akan menjadi MPV yang akan menandingi Toyota Innova dari sisi penjualan. Pernyataan ini merupakan pernyataan resmi dari Keiji Takeda selaku Presiden Direktur Isuzu Astra Motor Indonesia, demikian dilansir dari Kompas (12/5/2016). Alasannya sederhana, harga Innova terbaru dirasa terlalu mahal oleh konsumen pecinta-nya. Sedangkan Panther masih membanderol harga yang tak beda-beda jauh dengan harga semula, sehingga logis sesuai prinsip ekonomi konsumen akan beralih ke Panther yang lebih murah. Lantas apa hubungannya dengan Toyota Sienta?

Jika kompilasi informasi dilakukan, Toyota Sienta sendiri sebenarnya merupakan varian tengah dari segi harga dari Innova ke Avanza. Informasi tersebut didapatkan dari analisa Antonio Zara selaku pemain lama di dunia otomotif. Selaku CEO Nissan, strategi yang dilakukan Toyota diacungi jempol oleh Zara lantaran mampu mengisi kekosongan segmen akibat harga Innova yang dipompa tinggi.

Alhasil, dapat disimpulkan apabila Isuzu Panther memang menyasar pasar di bawah Innova berarti kudu bersiap bertarung dengan Toyota Sienta. Itupun masih dibackup dengan kehadiran Toyota Avanza yang sebelas dua belas dengan Isuzu Panther. Di sisi lain, pecinta dunia otomotif memahami bahwa Toyota Sienta sudah punya pesaing sendiri dari Honda dengan Freed-nya. Hal ini tentunya menjadi komplikasi utama bagi Panther untuk menggasak Toyota dari pasaran otomotif.

Lebih mengherankan lagi, dengan kondisi persaingan yang tidak terlalu bagus tersebut, Isuzu masih enggan melakukan update pada varian Panther-nya. Mungkin saja, dengan gembar-gembor diesel yang memiliki serangkaian kelebihan akhir-akhir ini menjadi tonggak utama untuk membanderol Panther agar laku dipasaran ke depan. Baca juga Perseteruan Dua Vendor Semakin Hangat, Honda vs Toyota dan Ketika CEO Berkomentar tentang Merek Sebelah.

Top