Nissan Siap Suntik 2.2 Miliar Dolar

Mitsubishi Akan Segera Di Bawah Nissan – Kasus yang menimpa Mitsubishi benar-benar membuatnya terpuruk. Pasalnya, tindakannya yang melanggar peraturan telah membuat produknya hengkang di masyarakat. Dampaknya sudah jelas, mulai dari keengganan pembelian, recall, dan tentu yang paling parah adalah pencabutan investasi dari investor. Tentunya hal ini lazim dilakukan dan terjadi lantaran para investor ragu apabila ‘uangnya’ akan diputar dengan baik pada perusahaan yang sakit. Sehingga mau tak mau, Mitsubishi terpaksa menerima kenyataan sudah jatuh tertimpa tangga.

nissan siap suntik 2.2 miliar dolar

Namun memang tak dapat dipungkiri bahwa Mitsubishi masih punya nilai jual. Secara branding, merek yang satu ini masih lebih baik ketimbang build-up merek baru di pasaran. Itupun masih dengan pertimbangan kehancuran merek ini hanya terjadi di beberapa negara dengan aturan ketat soal emisi. Padahal target pasar Mitsubishi bukan hanya negara-negara tersebut. Melihat dari sisi ini, para jagoan industri otomotif akan segera mengambil peluang untuk memanfaatkannya.

Nissan selaku pemain lama di industri otomotif ternyata menjadi pihak yang mampu memanfaatkan hal ini. Sebagaimana dilansir dari Kompas (14/5/2016), Nissan memang disebut-sebut sebagai dewa penyelamat Mitsubishi lantaran berani meminang perusahaan sakit tersebut. Tentunya hal ini merupakan hal yang telah dipikirkan matang-matang oleh Nissan. Pasalnya, sebenarnya Nissan sendiri merupakan korban dari Mitsubishi lantaran beberapa produknya sempat dikerjakan oleh pabrikan tersebut.

Apabila melihat status Nissan adalah sebagai korban, rasanya lucu apabila Nissan gegabah untuk mengambil keputusan. Apalagi, untuk meminang Mitsubishi Nissan sudah siap membeli saham perusahaan tersebut sebesar 2.2 Miliar USD atau Rp 28,99 triliun. Tentunya anggaran tersebut bukan anggaran yang sedikit apabila Nissan tak memiliki pandangan atas masa depan Mitsubishi baik dalam jangka pendek maupun panjang nantinya.

separator

Apabila rencana ini jadi dilaksanakan, maka tanggal 25 Mei mendatang adalah tanggal yang dipilih untuk mengeksekusi kekuasaan Mitsubishi kepada Nissan sebanyak 34 persen dari total saham. Konsekuensinya tentunya logis, Nissan punya bertindak sebagai kepala perusahaan yang tentunya halal untuk mengganti direksi Mitsubishi dan segenap struktur lamanya.

Walaupun belum mendapatkan kepastian tersebut, yang jelas Nissan perlu mengembalikan nama baik Mitsubishi dalam waktu singkat. Tentu, hal ini perlu dilakukan dengan menunjuk aktor dibalik skandal yang terjadi tersebut. Bukan tidak mungkin, hal ini akan menjadi senjata utama bagi Nissan untuk melakukan restrukturisasi Mitsubishi dari dalam. Baca juga Mitsubishi Alami Rugi Besar, Nissan Berniat Ambil Alih Perusahaan dan Nissan Lakukan Pengujian Bahan Bakar Terhadap Nissan Kicks.

Top