Pabrik Astra Sempat Terpuruk?

Nasib Perusahaan Pabrik Astra – Astra Group merupakan perusahaan otomotif yang sudah sangat meluas bercokol di Indonesia. Kendati perusahaan dalam Astra Group berbau Indonesia, namun tak bisa dipungkiri bahwa bau-bau asing ketimuran masih terasa dalam Group ini. Tentunya hal ini bukan sesuatu yang dapat diperdebatkan lagi lantaran memang produk yang dijual oleh perusahaan ini sedikit banyak berpusat dari Jepang.

pabrik astra sempat terpuruk

Semakin ramai urusan sebuah perusahaan, biasanya akan diiringi dengan pembagian menejemen yang lebih spesifik. Top level pembagian menejemen tersebut akan berbentuk suatu tindakan membuat perusahaan baru di bawah induk perusahaan. Dalam kasus Astra, urusan perakitan otomotif dilempar ke salah satu perusahaannya yakni PT. Gaya Motor. Walaupun bukan menjadi suatu kewajiban, namun nampaknya logis apabila pekerjaan perakitan dilemparkan pada saudaranya sendiri ketimbang harus mencari kenalan baru yang tak jelas asal-usulnya.

PT. Gaya Motor sendiri sebenarnya bukan monopoli Astra Group. Pasalnya, untuk melaksanakan tugasnya sendiri sebagai perusahaan tentunya eksklusivitas secara umum malah merugikan. Untuk itu, sebutlah perusahaan besar sekelas Foton, Geely, dan Ford sempat menjadi partner setia perusahaan ini. Namun, naik turunnya industri otomotif di tanah air bahkan global ternyata berdampak signifikan kepada kehidupan perusahaan ini.

Pasalnya dengan permintaan pasaran otomotif yang menurun, tentunya membuat pemegang merek berpikir dua kali untuk produksi. Alhasil, Gaya Motor-pun kehilangan proyek untuk digarap. Hal ini dibenarkan oleh Presiden Direktur Gaya Motor, Ary Mariano sebagaimana dilansir dari Kompas (14/5/2016).

separator

Saat ini PT. Gaya Motor telah kehilangan partner dari Foton, Geely, dan Ford yang entah apa alasannya. Hal ini sedikit banyak berpengaruh pada perusahaan. Menurut Ary, memang ada beberapa karyawan yang sudah dipulangkan karena rasio karyawan kurang efisien. Kendati bukan termasuk PHK masal, namun jumlah kurang dari 100 orang disebut-sebut menjadi korban dari seretnya industri otomotif di tanah air.

Apabial melihat kemampuan, PT. Gaya Motor memiliki kemampuan produksi hingga 40.000 unit pertahun. Sayangnya, saat ini masih ada tiga jalur produksi yang mubadzir lantaran tidak dimanfaatkan. Tentunya hal ini juga tidak terlepas dari order yang diterima oleh Gaya Motor yang cenderung menurun. Namun kabarnya, Garansindo sedang mendekati Gaya Motor untuk berbicara masalah proyek. Bisa jadi, kehadiran Garansindo yang ingin menjalin kerjasama tersebut menjadi pintu peluang besar kesuksesan bagi keuda perusahaan tersebut di masa depan. Baca juga Tercium! Garansindo Mau Rakit Kendaraan dan Garansindo Menyayangkan Komentar AISI.

Top