Strategi Nissan Untuk Mitsubishi Terungkap

Nissan Akan Recover Mitsubishi – Kejatuhan Mitsubishi bisa dibilang merupakan efek domino dari skandal emisi yang dilakukannya. Walaupun rahasia sudah tersimpan rapih, namun nampaknya skandal memang tak akan bertahan lama. Nyatanya pasca Nissan melayangkan protesnya atas produk yang dipesan untuk dikerjakan oleh Mitsubishi, dalam waktu singkat perusahaan berlogo tiga berlian merah ini ludes pelan-pelan. Hal yang paling kentara, tentunya permasalahan harga saham di pasar saham yang anjlok hingga 43 persen.

strategi nissan untuk mitsubishi terungkap

Bisa dibilang kejatuhan domino Mitsubishi yang pertama dilakukan oleh Nissan. Menariknya, seperti sebuah kebetulan, Nissan pula yang menjadi gawang terakhir biduk domino Mitsubishi agar tidak terus menerus menggerogoti perusahaan ini. Hadirnya Nissan sebagai penyelamat Mitsubishi dengan membeli 34 persen saham Mitsubishi bisa dibilang menarik lantaran Mitsubishi lebih memilih tunduk kepada Nissan ketimbang meminta bantuan dari Group-nya.

Tentu, Nissan perlu memiliki motif yang jelas untuk nasib Mitsubishi ke depannya. Dilansir dari Kompas (16/5/2016), Carlos Ghosn, Chief Executive and President Nissan Motor menyatakan akan menjaga nama Mitsubishi dan mengeluarkannya dari masa suram. Secara praktik, hal ini akan dilakukan oleh Nissan dengan berbagi teknologi, bertukar hal-hal baik dan lain-lain.

Target ke depan yakni dalam beberapa bulan dan tahun-tahun mendatang, dari perjuangan saat ini MMC akan keluar sebagai perusahaan yang lebih kuat, melalui dukungan yang kuat dari aliansi Nissan yang meluas. Melihat dari penyataan tersebut, tentunya akan menjadi hal yang sangat melegakan bagi Mitsubishi lantaran Nissan punya iktikad baik untuk memperbaiki perusahaannya.

Pasalnya, dengan kewenangan Nissan sebesar 34 persen tersebut, bisa dibilang Nissan bisa saja merubah seluruh struktur Mitsubishi sehingga kehilangan seluruh identitas tiga berlian merah. Namun rasanya hal tersebut tidak terlalu ekonomis, lantaran secara struktur, aset terbesar yang dimiliki oleh Mitsubishi adalah branding di samping asset-asset nyata lainnya.

Jika melihat pergerakan Nissan dan kemauan Mitsubishi untuk tunduk dihadapan Nissan, rasanya memang terbilang logis. Pasalnya, Mitsubishi akan sangat sulit untuk membangun branding-nya kembali jika berjalan sendiri. Stigma yang sudah terlanjur melekat pada Mitsubishi tentunya akan sangat sulit dilepaskan dari pandangan masyarakat.

Hal ini akan berbeda cerita apabila Nissan ada dibelakang Mitsubishi. Paradigma konsumen pasti akan melihat sosok Nissan untuk mengembalikan kepercayaannya pada produk keluaran Mitsubishi. Alhasil, nilai Mitsubishi lambat laun akan kembali terdongkrak di pasaran. Tentunya, hal ini merupakan hal yang tidak dapat dilangsungkan secara instan. Sehingga Nissan dituntut untuk konsisten dalam waktu yang tidak sebentar. Baca juga Skandal BBM Mitsubishi Indikasikan Model Lain dan Mitsubishi Alami Rugi Besar, Nissan Berniat Ambil Alih Perusahaan.

Top