Nissan Lakukan Kecurangan pada Uji Emisi!

Nissan Motors Dikenai Denda Rp3,7 Miliar Terkait Kasus Manipulas Emisi – Belakangan, Jepang dan industri automotif di dunai tengah dihebohkan oleh terkuaknya kasus kecurangan manipulasi data konsumsi bahan bakar yang dilakukan oleh Mitsubishi. Akibatnya, Mitsubishi harus menanggung kerugian besar. Memanfaatkan peuang ini, Nissan telah mengambil alih Mitsubishi dengan membeli saham seharga 2,2 miliar Dollar AS, atau setara dengan Rp 28,99 triliun.

nissan motors dikenai denda rp 3.7 miliar terkait kasus manipulasi emisi

Nissan seolah menjadi pahlawan yang akan menyelamatkan nasib Mitsubishi akibat kecurangan yang dilakukan. Namun, kali ini infoirmasi terbaru datang dari Nissan Motors, bahwa Kementerian Lingkungan Korea Selatan akan memberi hukuman kepada perusahaan automotif asal Negeri Ginseng tersebut terkait kasus manipulasi emisi atau gas buang pada salah satu produknya.

Dalam hal ini, Nissan akan dikenai denda sebesar 330 juta won atau setara dengan Rp 3,7 miliar.

Advertisement

Berdasarkan informasi Reuters yang dilansir melalui halaman Okezone, Senin (16/05/2016) diketahui bahwa produk kendaraan yang dimanipulasi hasil uji emisinya adalah model Sport Utility Vehicle (SUV) Qashqai yang dipasarkan untuk pasar Korea Selatan. Meski kerugian yang harus ditanggung Nissan tak sebesar kasus yang menimpa Mitsubishi, namun terbongkarnya hal ini turut mempengaruhi reputasi Nissan di kalangan masyarakat.

Dalam hal ini, pemerintah Korea Selatan menyatakan ada penyataannya bahwa akan menyampaikan kasus ini pada kejaksaan untuk mengajukan tuntutan pada Nissan Motor Korea Selatan agar ditindak lanjuti.

Kasus ini harus diselidiki lebih serius lagi, agar semuanya terbongkar apakah ada model lain yang juga tersandung kecurangan data uji emisi atau tidak.

Selain mengajukan tuntutan, pemerintah Korea Selatan juga mendesak agar sebanyak 814 unit Qashqai yang telah dipasarkan untuk ditarik kembali untuk melakukan perbaikan perangkat yang berkaitan dengan emisi.

Nampaknya, kasus seperti ini sudah semakin menyebar pada berbagai produsen-produsen otomotif besar dunia. Setelah menjerat Volkswagen Group hingga cukup menjadi pukulan besar bagi perusahaan, rupanya tidak menjadi ancaman bagi produsen lain untuk meniru hal itu.

Sejauh ini masih belum ada keterangan lebih lanjut terkait kasus ini, namun pihak terkait akan terus menyelidiki apakah ada model-model lain yang juga terlibat. Baca juga Nissan Akan Recover Mitsubishi dan Nissan Mulai Susun Rencana Setelah Berhasil Kuasai Mitsubishi

Top