Mulai 24 Juni 2016, Presiden dan Wakil Preseiden Mitsubishi Resmi Mengundurkan Diri!

Pimpinan Mitsubishi Mengundurkan Diri – Kasus manipulasi efisiensi bahan bakar yang melibatkan ratusan ribu mobil di Jepang nampaknya membuat pimpinan dari Misubishi Motors mengambil langkah mengundurkan diri.

Pimpinan Mitsubishi Mengundurkan Diri

Dilansir dari laman Sindonews, Kamis (19 Mei 2016) diketahui bahwa perusahaan Mitsubishi mengungkapkan Presiden Mitsubishi Motors Tetsuro Aikawa dan Wakil Presiden Ryugo Nakao secara resmi akan mengundurkan diri dari jabatannya per 24 Juni 2016, dalam rapat umum pemegang saham (RUPS).

Mitsubishi (MSBHF) sendiri mengakui bahwa perusahaannya telah membuat kesalahan terkait data efisiensi bahan bakar yang melibat 13 model kendaraan yang diproduksinya. Atas kasus ini, investor bereaksi menghapus sekitar 32% nilai saham perusahaan dalam sebulan. Tak hanya itu saja, adanya kasus ini juga membuat kepercayaan publik terhadap perusahaan menjadi turun.

Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, begitu pula yang telah terjadi pada Mitsubishi. Pasalnya semenjak terkena kasus tersebut, keuangan dari perusahaan juga harus ikut menanggung resiko buruknya. Dimana Mitsubishi harus merelakan saham utamanya kepada Nissan (NSANF) sebesar 34% dengan akuisisi USD 2,2 miliar jika dirupiahkan sekitar Rp 29 triliun. Hal itu dilakukan Mitsubishi demi menyelamatkan perusahaannya, meskipun pemegang saham utamanya berada di tangan Nissan.

Advertisement

Kasus yang menimpa Mitsubishi ini juga mengakibatkan manajer perusahaan mengalami tekanan yang besar demi mengimbangi tingkat ekonomis bahan bakar yang sesuai dengan peraturan di Jepang. Mitsubishi juga mengakui jika perusahaannya merasakan kesulitan untuk membangun kembali kepercayaannya selama ini terhadap pelanggan.

Selain Mitsubishi, kasus serupa mengenai manipulasi bahan bakar juga terjadi pada Suzuki Motor dimana mereka juga melakukan metode pengujian yang tidak tepat pada 16 model mobilnya. Kejadian ini juga langsung disambut oleh Suzuki Motor dengan meminta maaf terkait kasus yang sedang menimpanya. Namun, mereka masih berdalih jika  penyelidikan internal yang dilakukan memberikan hasil dimana tidak ditemukan bukti manipulasi. Suzuki menyebutkan tidak melihat kebutuhan untuk merevisi data efisiensi bahan bakar karena tidak berbeda secara signifikan dari hasil tes yang telah dilaporkan terhadap pemerintah Jepang. Baca juga President Director Nissan Indonesia Resmi Mengundurkan Diri dan CEO Volkswagen Resmi Melepaskan Jabatan.

Top