VW Asli Indonesia Gagal Tepat Waktu

Skandal Emisi Penyebab VW Tunda Investasi – Strategi memenangkan pasaran dalam suatu negara dapat ditempuh melalui perakitan lokal yang dalam bahasa otomotifnya sering disebut completely knock down. Pasalnya, dengan perakitan lokal ini secara umum Pemerintah akan memberikan insentif baik secara langsung maupun tak langsung. Bisa dalam bentuk pajak, kemudahan retribusi dan lain-lain yang ujungnya akan memengaruhi harga jual akhir produk menjadi lebih murah. Alhasil, sudah dapat ditebak akibatnya sesuai dengan prinsip ekonomi terhadap produk murah di pasaran.

vw-asli-indonesia-gagal-tepat-waktu

Untuk menjaga eksistensinya, VolksWagen alias VW merencanakan hal yang serupa untuk pasar di Indonesia. Melalui kaki tangannya di Indonesia, bisa dibilang rencana ini sudah bergulir lama. Sebagaimana tercatat sudah semenjak tahun 2014 produksi dengan metode semi knock down di Indonesia sudah mulai dihentikan. Hal ini diamini oleh Presiden Direktur PT Garuda Mataram Motor (GMM), Andre Nasuri, selaku perwakilan resmi di Indonesia.

Dilansir dari Kompas (2/6/2016), ¬†Andre menyatakan sudah lama berhenti membicarakan rencana perakitan lokal tersebut kepada media lantaran memang menunggu kepastian yang jelas dari pihak VW AG selaku ‘atasan’ mereka. Informasi dari VW AG secara resmi menyatakan bahwa kegiatan investasi di Indonesia akan delay. Itu artinya, seluruh rencana perakitan lokal menjadi bubar tak sesuai rencana.

Bisa saja, penafsiran perkataan delay memang masih memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk menerima dana investasi di masa yang akan datang. Namun hal ini tak dapat digunakan sebagai acuan dasar. Tentunya, kejadian delay ini merupakan efek domino yang dihasilkan akibat skandal emisi VW di Amerika Serikat yang baru ketahuan pada akhir 2015 yang lalu. Kejadian inipun dapat memberikan indikasi bahwa keuangan VW tidak dalam kondisi yang baik.

Namun bisa dibilang, keputusan yang diambil VW bisa dipahami. Pasalnya, investasi merupakan kegiatan yang dilakukan setelah posisi keuangan stabil. Dengan kondisinya yang sekarang, tentunya wajar apabila anggaran akan difokuskan untuk membayar ‘utang’ akibat kegagalan mereka dalam mempertahankan kepercayaan konsumen dan utamanya Pemerintah sebagai kiper pertahanan publik.

Namun yang jelas, serangkaian kejadian ini memang menjadi pertanyaan bagi nasib VW di Indonesia. Pasalnya, dengan penutupan produksi yang dilakukan pada 2014 yang lalu serta penghentian rencana investasi ‘sementara’ tersebut, bisa dibilang produksi VW di Indonesia mandek total. Melihat hal tersebut bukan tak mungkin apabila ke depan, VW bisa menghilang dari pasar otomotif di Indonesia. Baca juga VW Tiguan Nampaknya Semakin Sulit Masuk Indonesia dan Skandal Emisi VW Group Masih Terus Berbuntut.

Top