LCGC Kudu Siap Diserbu Kei Car

TPP Siap Menjadi Pisau Bermata Dua LCGC – Perjanjian internasional dalam lingkup perdagangan antar negara kerap digunakan sebagai momok ekonomi yang menggairahkan. Pasalnya, perdagangan internasional adalah salah satu jalan termudah untuk melakukan ekstraksi kekayaan dalam suatu negara ke negara lain. Hal ini tentu secara tujuan diimbangi dengan pemenuhan kebutuhan oleh negara yang terkena ekstraksi kekayaan tersebut.

lcgc kudu siap diserbu kei car

Atas tuntutan dunia global yang semua berjalan serba cepat, Indonesia tengah bersiap untuk mengikuti skema perdagangan internasional berupa Trans-Pacific Partnership (TPP). Skema perdagangan ini menempatkan anggota di dalamnya untuk saling bekerjasama dalam perdagangan antar negara-negara tersebut. Kerja sama ini tentunya untuk saling memberikan kemudahan satu sama lain antar anggotanya.

Dilansir dari Kompas (6/2/2016) saat ini TPP hanya diikuti oleh 12 negara, yakni Amerika Serikat (AS), Australia, Brunei Darussalam, Chile, Jepang, Kanada, Malaysia, Meksiko, Peru, Selandia Baru, Singapura dan Vietnam serta Indonesia yang dikabarkan akan segera menyusul. Dengan rencana Indonesia mengikuti garis TPP tersebut maka Indonesia kudu siap menyediakan dan disediakan kemudahan dalam urusan perdagangan internasional tak terkecuali urusan mobil. Dalam konteks ini, bea masuk akan lebih dipermurah ketimbang negara-negara lain non-anggota.

Akibatnya tentu sudah dapat ditebak. Bea murah mobil impor akan menurunkan kesatuan biaya produksi yang akan memengaruhi harga jual menjadi lebih murah. Hal ini sebenarnya dapat dimanfaatkan oleh Indonesia dengan menjual varian mobilnya. Terutama LCGC yang merupakan mobil khusus made in Indonesia nyatanya memang memiliki pasar yang hampir mirip di Jepang dalam varian Kei Car. Adanya pasar tersebut memang menjadi indikasi positif bagi Indonesia untuk melempar produknya ke negeri Sakura tersebut dengan harapan meraup keuntungan demi bangsa.

separator

Namun bagai pisau bermata dua, TPP ini akan mewajibkan Indonesia untuk menurunkan harga bea impor Kei Car yang ingin masuk ke Indonesia. Artinya, banderol harga Kei Car bisa jadi akan lebih sangat murah di Indonesia. Tentu, hal ini akan menjadi ancaman serius terhadap eksistensi LCGC yang lebih dahulu bercokol di Indonesia.

Asumsi ini diamini oleh Yanuarto selaku Sekjen Institut Otomotif Indonesia. Bahkan secara GDP, warga Indonesia pasti akan menembak varian mobil murah. Alhasil, pilihan di pasar ke depan akan menjadi Kei Car vs LCGC di Indonesia. Jika melihat kondisi ini, bukan tak mungkin LCGC akan mengalami kembang kempis di negeri sendiri. Baca juga Honda Brio Satya Kini Hadir Dengan Transmisi Matic Dan Sistem ABS dan Honda Belum Berencana Menambah Model LCGC Tujuh Penumpang.

Top