Timbal Balik AHM Pada SMK

Kerjasama AHM-SMK Ditengarai Strategi Bisnis – Meriahnya kerjasama yang dilakukan oleh AHM selaku pemain industri otomotif nasional dengan institusi pendidikan nyatanya menimbulkan banyak pemikiran yang tidak senafas. Kerjasama yang direalisasikan melalui serangkaian kegiatan tersebut, disebut-sebut sebagai strategi bisnis AHM ke depan. Pemikiran ini terbilang wajar, lantaran dengan program-program AHM terhadap siswa SMK memang membutuhkan dana yang sedikit.

timbal balik ahm pada smk

Dilansir dari kompas (4/6/2016), AHM menawarkan program yang menarik dalam kerjasama ini. Sebut saja mulai dari pemberian unit, praktik kerja industri, kurikulum, silabus, kompetisi tahunan, hingga pemberian beasiswa dilakukan oleh AHM terhadap siswa SMK terpilih. Bahkan, sebaran kerjasama ini sudah mencapai 20 persen dari total keseluruhan 2500 SMK yang ada di Indonesia. Tentu, sebaran ini bisa terbilang besar untuk skala pasar otomotif tanah air.

Dilempar isu tersebut, AHM nyatanya tidak memberikan lampu merah terhadap isu strateginya tersebut. Sumber yang sama menyebutkan bahwa AHM berkilah apabila kegiatan tersebut mampu menanamkan pemikiran kepada siswa SMK terkait produk-produk yang baik dari AHM, maka hal tersebut merupakan bonus dari kegiatan yang dilakukan AHM tersebut.

Ahmad Muhibbuddin, Ketua Program Pendidikan Satu Hati AHM menyatakan bahwa sasaran hingga ke tingkat ideologi penggunaan produk Honda tidak dapat dilakukannya. Pasalnya, AHM bertujuan utama untuk memberikan pengetahuan mengenai teknologi otomotif terbaru kepada siswa SMK tersebut. Walaupun demikian, tidak menampik pula apabila ke depan yang diingat oleh Siswa SMK bersangkutan adalah Honda selaku merk yang di bawa AHM, maka itu bonus yang didapatkan oleh Honda dari tujuan tersebut.

Masih dari sumber yang sama, Wedijanto Widarso, General Manager Technical Service Division AHM mengakui bahwa untuk kegiatannya kali ini AHM sudah menggelontorkan dana yang tak sedikit. Walaupun demikian, jumlah dana yang digelontorkan enggan untuk disebutkan oleh Wedijanto. Namun, pernyataan tersebut tentunya dapat menjadi indikasi bahwa AHM tidak akan menggelontorkan dana tersebut secara cuma-cuma.

Menurut informasi yang didapat oleh Mas Sena, metode AHM-isasi memang bisa digunakan untuk branding atau menanamkan mind set Honda di sektor pendidikan. Namun yang jelas, secara objektif semua program yang dilakukan oleh swasta perlu ditanggapi secara positif. Baca juga Jika Masuk Indonesia, Harga Honda RC213V-S Dipastikan Fantastis dan Benarkah Supra X 150R Bakal Jadi Pesaing Yamaha MX King?

Top