Komponen Mitsubishi Penyebab Recall

Empat Tersangka Penyebab Mitsubishi Wajib Recall – Belum hilang gegernya Mitsubishi di Jepang, kali ini Mitsubishi Indonesia membuat kehebohan yang serupa. Pasalnya, Mitsubishi Indonesia melalui PT. Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) sebagai agen pemegang merek (APM) telah mengumumkan recall untuk melakukan perbaikan beberapa komponen yang ditanamkan pada beberapa produk Mitsubishi yang telah lahir sebelumnya.

penjelasan kerusakan mitsubishi penyebab recall

Sebagaimana diketahui, sebanyak 124.435 unit mobil dari Mitsubishi telah tercatat akan segera menjadi ‘pasien’ service Mitsubishi. Jumlah tersebut tercatat tidak mengalami penyakit yang sama. Pasalnya, menurut Mitsubishi terdapat 4 komponen yang perlu perbaikan atau penggantian dari semua pasien mobil tersebut.

Pertama, pada Strada Triton Exceed & GLS AB produksi 2006-2014 dan Lancer GLX & SEI buatan 2007-2010 akan mengalami penggantian tabung inflator. Sebagaimana kasus yang dialami pembuat airbag Takata pada Honda, inflator ini disinyalir akan mampu meledak dan menyebarkan serpihan-serpihan kecil yang siap menyerang pengemudi akibat kegagalan fugsinya. Tentu hal ini dapat mengakibatkan cedera yang serius bagi pengemudi dan penumpang di sekitarnya.

Kedua, pada Pajero Super Exceed 3.8 produksi 2008-2013, Pajero Sport 2009-2014, Delica 2014, Lancer EX & Lance WR Evolution 2009-2010, dan Strada Triton 2006-2014 akan dilakukan perbaikan pada Combination Switch. Pasalnya, Ketika Turn Signal atau Wiper Switch dioperasikan ternyata terdapat gesekan kecil antar plat yang dapat menyebabkan aus dan residu. Parahnya, residu tersebut dapat menyebar hingga konektor-konektor saklar head lamp, clearance lamp, trail lamp, atau fog lamp juga tak mampu berfungsi sebagaimana mestinya. Kasus ini akan diperbaiki dengan memberikan grease pada switch tersebut.

separator

Ketiga, pada Lancer EX dan Evolution produksi 2009-2010 akan dilakukan penggantian ETACS ECU yang menyebabkan masalah pada lampu utama dan wiper akibat tegangan yang tak stabil. Terakhir, pada L300 2014 akan dilakukan penggantian fuel tank. Pasalnya, fuel tank yang terpasang sebelumnya memiliki kualitas pengelasan pada fuel filler neck yang buruk. Alhasil, hal tersebut akan menyebabkan kebocoran bahan bakar yang tak terelakkan.

Keempat jenis perbaikan tersebut memang terlihat muncul atas kesadaran Mitsubishi sendiri. Pasalnya, hingga saat ini belum santer terdengar protes keras dari konsumen atas kerusakan produknya. Bisa dibilang, keputusan Mitsubishi senafas dengan bosnya, Nissan, yang akan memulihkan nama baik Mitsubishi. Agaknya lucu ketika kampanye nama baik dilakukan, kemudian musti dihambat ditengah jalan akibat produknya yang membahayakan konsumen. Baca juga Mitsubishi Indonesia Recall Massal dan Lebih Dari 35 Ribu Unit Mitsubishi Triton Direcall Akibat Airbag.

Top