Hubungan Pendidikan Dengan Pasar Mobkas

Tahun Ajaran Baru Dituduh Menahan Pasar Mobkas – Interaksi sosial dalam dunia otomotif memang menjadi sisi lain yang menarik untuk dibicarakan. Pasalnya, setelah berbusa membicarakan kehebatan balok besi beroda empat, semua akan tertuju pada pelakunya sendiri yakni manusia. Kali ini, kabar unik muncul dari segmen pasar Mobil Bekas alias Mobkas yang memang memiliki pasar yang agak berbeda dengan mobil-mobil keluaran baru.

hubungan pendidikan dengan pasar mobkas

Dilansir dari Kompas (7/6/2016), pelaku usaha mobil bekas pada tahun ini memiliki kesimpulan menarik bahwa pendidikan punya hubungan sebab akibat langsung dengan penjualan mobil bekas. Pasalnya, kali ini penjualan mobil bekasnya menurun ketimbang tahun sebelumnya. Walaupun bisa dibilang penjualan mobil bekas memiliki angka penjualan yang tak pasti, namun menurut sumber yang sama dapat dipastikan bahwa gemerlap penjualan mobil bekas pada saat bulan Ramadhan tahun lalu lebih meriah daripada Ramadhan saat ini.

Advertisement

Logikanya, pasar mobil bekas akan ramai pada bulan Ramadhan akibat kebutuhan konsumen untuk melakukan mudik sebagaimana kebudayaan masyarakat di Indonesia. Namun ternyata, keadaan di lapangan menunjukkan angka yang berbeda. Jika tahun lalu pembeli mampu mencapai 5 orang perharinya, pada tahun ini hanya dua sampai tiga orang saja yang hadir untuk meminang mobkas tersebut.

Padahal angka 2 hingga 3 orang tersebut memang merupakan angka penjualan harian tanpa adanya event tertetntu seperti Lebaran. Tentunya, dari hal tersebut dapat diambil kesimpulan omzet yang diharapkan terjadi pada bulan Ramadhan tahun ini juga akan terpotong hingga separuhnya. Anggoro selaku pelaku usaha mobil bekas menyatakan bahwa penyebab kemrosotan ini ialah dekatnya agenda Ramadhan dan Lebaran dengan agenda tahun ajaran baru.

Menurut Senior Manager Marketing WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih, masyarakat sepertinya memilih menahan diri untuk mebeli mobil bekas atau uangnya digunakan untuk keperluan membayar biaya sekolah anak-anaknya. Jika pernyataan tersebut benar, maka tentunya didapat korelasi bahwa biaya pendidikan setimbang dengan harga mobil bekas yang artinya konsumen dengan dana terbatas terpaksa memilih mana yang lebih penting antara biaya pendidikan atau mobil bekas untuk mudik.

Terlepas dari hal tersebut, hingga saat ini pembeli mobil bekas umumnya berasal dari pedagang daerah lain di luar Jakarta. Mungkin dari sisi ini dapat dilihat pula hubungan antara mobil bekas dengan pembelinya yang mayoritas berasal dari kaum pedagang. Baca juga 3 Hari Lagi Bubar, IIMS Banjir Diskon (lagi) dan Mercedes Benz E200 Kompressor Bekas Taksi Dijual Seharga di Bawah Rp 200 Juta.

Top