Gila! Harga Skutik Ternyata 2x Lipat Ongkos Produksi

KPPU Curigai Permainan Honda dan Yamaha – Publik boleh berpikir bahwa setiap pemain dalam industri otomotif akan bertarung sengit mati-matian bagaikan musuh. Namun pada tataran kenyataan, tak jarang antar pebisnis kemudian bekerja sama untuk memainkan pasarannya. Umumnya, kerjasama ini untuk menimbulkan fatamorgana publik bahwa harga yang dibanderol adalah harga yang wajar. Padahal, asumsi tersebut dilakukan dengan cara berjanji untuk menetapkan harga standar yang sama antar pemain.

gila harga skutik ternyata 2x lipat ongkos produksi

Hal ini tentunya tergolong pada praktik persaingan usaha yang tak sehat. Pasalnya, selain merugikan konsumen dengan mengambil keuntungan setinggi-tingginya, praktik ini dapat mengakibatkan kematian pesaing bisnisnya. Hal ini merupakan salah satu hal yang dilarang oleh negara melalui KPPU selaku wasit berbagai kepentingan. Uniknya, kali ini pemberitaan meluncur pada praktik permainan Honda dan Yamaha.

Meskipun posisi kasusnya belum jelas, namun dilansir dari Kompas (8/6/2016), Honda dan Yamaha tengah diduga melakukan praktik kartel dengan kesepakatan penyamaan harga skutik di Indonesia. Kecurigaan ini mulai muncul ketika KPPU mendapati laporan keuangan perusahaan ini tetap menunjukkan keuntungan yang tinggi padahal angka penjualan terus bergerak turun.

Logika dagangnya, semakin sedikit produk yang dijual harusnya keuntungan juga semakin sedikit. Parahnya, hal ini tak terjadi di kedua produsen tersebut. Masih berdasarkan sumber yang sama, keuntungan tersebut di dapat lantaran ternyata harga jual skutik di Indonesia sangat jauh dengan ongkos produksinya. Tersebut angka 50 persen yang menjadi pautan kedua harga tersebut. Itu artinya, setiap unit yang terjual akan memberikan keuntungan pada perusahaan tersebut sebanyak ongkos produksinya.

separator

Sebenarnya pautan keuntungan ini bukan sesuatu yang mengkhawatirkan dalam dunia bisnis. Masalahnya, secara ekonomi antara pemain otomotif akan selalu berlomba-lomba untuk menurunkan harga. Tentunya hal ini didukung oleh prinsip ekonomi bahwa pasar akan bergerak ke harga yang lebih murah. Melihat kondisi tersebut, seharusnya antara Honda dan Yamaha sebagai pemain skutik yang sebenarnya sama akan melakukan perang harga hingga memenuhi ekuivalen ongkos produksi yang ternyata tak pernah mereka lakukan secara signifikan.

Hal inilah yang menyebabkan kecurigaan KPPU, bahwa harga dasar varian skutik memang diatur sedemikian rupa agar keuntungan tersebut tetap bertahan pada angka langit. Jika tuduhan ini benar, selain kedua perusahaan itu terancam akan dihukum sejumlah uang bahkan mungkin pidana, bukan tidak mungkin harga skutik umum di Indonesia akan jatuh mendekati setengah dari harga sekarang. Baca juga Skuter Matik Honda City Adventure Siap Diproduksi Massal dan Logo Cangkang Terbitkan Oli Skutik.

Top