Ini Jadinya Kalau Pakai Gearset Variasi

Akibat Pemakaian Gearset Tak Standar – Pecinta kendaraan roda dua tentunya seringkali merasakan kendaraannya lelah di jalanan. Entah tenaga genjotnya yang kurang, ataupun kecepatan yang tak sesuai dengan yang diinginkan. Tentu, sebenarnya hal tersebut juga bukan karena salah motornya. Pasalnya, standar pabrikan memang menempatkan spesifikasi motor pada kondisi terbaik di jalanan dan pemakaian secara umum. Alhasil, jika pengendara merupakan mental pembalap atau memiliki medan yang mendaki gunung dan lewati lembah, tentunya standar pabrikan sedikit banyak tak sesuai dengan kebutuhan.

ini jadinya kalau pakai gearset variasi

Tentu, melihat ketidaknyamanan tersebut biasanya pemilik motor akan melakukan modifikasi baik yang ringan hingga ketingkat expert. Bisa dibilang, memang solusi termudah adalah dengan mengorek ruang mesin untuk menambah volume ruang bakar. Namun tentunya, korek mengkorek ini dapat menyebabkan mesin jebol sebelum waktunya. Ibaratnya, keinginan tampil sangar digantikan dengan motor yang tak bisa jalan.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, sebenarnya tak perlu sampai membongkar ruang mesin. Pasalnya, dengan prinsip fisika SMA, pengguna motor dengan rantai dapat meningkatkan kekuatan atau kecepatan kendaraan dengan mudah. Prinsip yang digunakan adalah prinsip roda dan gigi. Sebagaimana diketahui, hubungan roda dan gigi pada sistem rantai memiliki rasio tersendiri.

Secara mudah, gigi bagian depan kendaraan bermotor memiliki rasio lebih kecil ketimbang gigi yang belakang. Hal ini menimbulkan perubahan kecepatan putaran mesin menjadi torsi sehingga kuat menahan beban kendaraan bermotor di jalanan. Nah, dengan demikian, memperkecil ukuran rasio gigi depan dan memperbesar rasio gigi belakang akan mengakibatkan motor memiliki tenaga ekstra. Tentunya, hal ini akan mengakibatkan motor menurun kecepatannya karena telah diubah menjadi torsi.

Hal ini terjadi pula sebaliknya, dengan memperbesar rasio gigi depan, dan memperkecil rasio gigi roda belakang akan menyampaikan kecepatan putaran mesin lebih penuh ke arah roda. Akibatnya, motor dapat melesat lebih cepat ketimbang standar gigi-nya. Namun, dampak buruknya motor akan kehilangan torsi bahkan tak mampu mengangkat bobotnya sendiri.

Modisikasi rasio gigi ini dapat menggunakan jumlah gear dengan perhitungan jumlah gigi. Karena sifatnya bukan standar, maka tentu perlu beberapa percobaan untuk mendapatkan hasil yang pas. Bukan tak mungkin, rantai motor perlu pemotongan atau penambahan karena jarak antar gigi menjadi berubah. Sehingga penggunaan teknik ini lebih baik diserahkan pada teknisi profesional dalam bidang roda dan gigi. Baca juga Strategi Penjualan Honda Manfaatkan Ramadhan dan Bahan Bakar Anak Negeri, Pertamax Turbo.

Top