Ekonomi Melambat, Tata Pilih Aman

Tata Seleksi Calon Pembeli Ngutang – Dunia industri otomotif sepertinya tak akan pernah lepas dari lembaga pembiayaan. Pasalnya, industri yang satu ini memang bukan tipe barang yang murah meriah. Sehingga wajar rasa-rasanya apabila hanya segelintir orang saja yang mau menyempatkan dompet untuk membeli kendaraan selayaknya beli kacang goreng dipinggir jalan. Di sinilah peran lembaga pembiayaan untuk menjadi penengah antara ketidakmampuan keuangan saat ini dengan keinginan yang harus dicapai saat ini juga.

ekonomi melambat tata pilih aman

Sayangnya, memang tidak bisa dipungkiri lagi bahwa kondisi perekonomian Indonesia saat ini sedang mengalami perlambatan yang lumayan signifikan. Tentunya, perlambatan ini bisa menjadi tersangka dalam macetnya industri otomotif. Selain kehilangan pembeli kontan, pembeli secara kreditpun malah perlu baik-baik disingkirkan. Hal ini juga dialami oleh pemain baru Tata Motor yang bermain dalam industri otomotif komersial. Permainannya dalam industri kaum pedagang tersebut memang memaksa Tata harus menghela nafas, karena perlambatan ekonomi memang pertama kali akan mengubah pola konsumsi pengusaha dagang.

Pasalnya, dalam keadaan ekonomi yang seret ini, keuntungan pedagang semakin minim. Alhasil biaya untuk melunasi kredit yang lalu-lalu semakin menghilang dan tentu bisa ditebak hasilnya menjadikan angka kredit macet cenderung naik. Walaupun demikian, dampak dari kredit macet tersebut memang bukan ditanggung Tata sepenuhnya melainkan ditanggung oleh pihak lembaga pembiayaan yang menangani kredit.

Namun demikian, Tata tetap konsen terhadap nasib lembaga pembiayaan bersangkutan. Pasalnya, lembaga pembiayaan tersebut merupakan rekan seperjuangan Tata Motor dalam memasarkan produknya. Alhasil Tata perlu menyaring calon konsumen yang akan dilempar di lembaga pembiayaan terkait sebagaimana dilansir dari Kompas (13/6/2016).

Wilda Bachtiar, Marketing Manager-Commercial Vehicle di Tata Motor Distribusi Indonesia mengamini hal tersebut. Dia menyatakan bahwa jangan sampai Tata Motor melempar konsumen yang punya potensi masalah. Pasalnya, konsumen tersebut dapat menyebabkan masalah dalam jangka panjang baik dengan perusahaan Finance maupun dengan Tata Motor sendiri dihadapan para rekan bisnisnya.

Saat ini Tata bekerjasama dengan Mandiri Tunas Finance, Adira, Panin Bank, dan CIMB Niaga sebagai jawara dalam pembiayaannya. Dimungkinkan dalam waktu ke depan Tata akan melebarkan sayapnya kepada lembaga pembiayaan lainnya. Baca juga 1 Hari di IIMS, Tata Indonesia Pulang dengan Dompet Tebal dan Tata Motor Incar Pasar Berbeda.

Top