GMC Sabet Teknologi Peringatan Kursi Belakang

GMC Buat Teknologi Pengaman Unik – Konsen pengamanan sebuah kendaraan roda empat saat ini sudah bukan lagi ditujukan pada hal-hal di luar kuasa manusia. Pasalnya, dari data statistik, kecelakaan terhadap manusia yang disebabkan oleh kelalaian masih lebih banyak terjadi ketimbang masalah kendala teknis. Artinya, perlu suatu teknologi yang akan mengobati atau mengantisipasi kelalaian yang dibuat oleh manusia dalam menggunakan kendaraannya.

gmc sabet teknologi peringatan kursi belakang

Kali ini General Motor Corps (GMC) dikabarkan akan menyabet teknologi peringatan pada kursi belakang. Teknologi ini dikabarkan akan membantu para pengemudi untuk mengecek kembali apa yang mereka tinggalkan di kursi belakang sebagaimana dilansir dari autonews.com (15/6/2016). Jika melihat urgensinya, sekilas teknologi ini tak penting sama sekali untuk diterapkan pada kendaraan roda empat modern.

Akan tetapi, berdasarkan angka statistik dari tahun 1998 yang dilansir dari Department of Meteorology and Climate Science at San Jose State University didapati sekitar 300 anak-anak meninggal di mobil karena ditinggalkan oleh orang tua/pengawasnya di dalam mobil dan mengalami serangan panas berlebihan. Ditinggalnya anak tersebut bukan masalah sengaja, alasannya sepele bahwa anak tersebut terlupakan oleh orang tuanya yang sudah kadung banyak pikiran ingin segera melakukan hal lain.

Angka ini tergolong mengejutkan apabila melihat pada tahun 2016 ini saja tercatat sudah 12 anak yang dinyatakan meninggal pada kasus serupa. Hal ini memang dapat terjadi lantaran dalam kondisi cuaca sedang saja pada 15 derajat celcius, temperatur dalam mobil dapat mencapai 43 derajat celcius. Padahal, secara medis, anak kecil akan meninggal jika terpapar kondisi suhu 41 derajat celcius.

separator

Hal tersebutlah yang mendasari GMC untuk menyabet teknologi ini setidaknya pada model Acadia 2017-nya nanti. Teknologi ini akan memberi tahu pengemudi lewat tulisan untuk memperhatikan kursi belakang disertai sirine pemberitahuan. Teknologi ini baru dapat aktif, apabila sebelumnya pintu belakang sudah pernah dibuka sebelumnya. Artinya, apabila seorang anak masuk melewati pintu depan dan kemudian berpindah ke belakang melalui bagian dalam kabin, teknologi ini tak akan bekerja.

Tentu saja, teknologi secanggih apapun tak akan pernah mampu menghilangkan sifat lalaui manusia. Namun setidaknya GMC punya solusi yang cukup realistis untuk para pengemudi yang sering lalai dengan anak di bawah asuhannya. Baca juga Hanya Karena Sabuk Pengaman, GM Recall Chevrolet dan General Motors Tutup Pabrik Di Indonesia.

Top