Kelemahan Odometer Digital

Teknologi Canggih Odometer Digital Gampang Dibajak – Berbicara masalah usia pakai kendaraan tentunya sangat didominasi oleh jarak yang pernah ditempuh. Pasalnya, sebagai sebuah mesin yang terus menerus bergerak, setiap gerakan akan menimbulkan bekas yang akan mengurangi performa kendaraan yang biasanya terjadi sedikit demi sedikit. Itulah sebabnya, untuk urusan pembelian mobil bekas hal yang pertama kali dilihat adalah odometernya. Selain dapat digunakan untuk penilaian usia pakai kendaraan bermotor, dapat terlihat pula seberapa jauh pengendara menggeber kendaraannya tersebut.

kelemahan odometer digital

Sayangnya, sedikit banyak hal ini sudah tidak valid lagi. Pasalnya, sebagaimana dilaporkan melalui Okezone (16/6/2016), ada saja penjual mobil atau motor bekas yang mengakali odometernya agar kembali ke angka 0. Tentunya, untuk orang awam, membeli kendaraan dengan status odometer berada pada angka terendah akan sangat membahagiakan. Namun karena angka rendah di odometer hanyalah tipuan belaka, maka penyesalan dikemudian hari siap menghampirinya.

Advertisement

Uniknya, di pasaran saat ini terdapat dua macam odometer yang tersedia. Pertama odometer analog yang berisi deretan panel bergigi kompleks. Panel ini akan saling menggerakkan satu sama lain sesuai dengan masukkan ulir kabel speedometer dari ban. Sedangkan yang kedua, panel odometer digital yang terlihat lebih modern. Pasalnya, panel digital ini emmang sudah tidak menggunakan gigi-gigi lagi sebagai panelnya. Menurut spesifikasinya, umumnya panel odometer digital menggunakan LCD monochrome dengan backlight warna tertentu. Sedangkan urusan tampilan informatifnya akan disampaikan melalui sederetan angka yang disusun melalui konsep 7-segment.

Sayangnya, dilansir dari sumber yang sama, odometer digital ini malah lebih rawan dilakukan kecurangan. Pasalnya, odometer ini dapat dilakukan reseting melalui PC dengan tanpa meninggalkan bekas sama sekali. Jika melihat odometer analog, sebenarnya sama saja tak terlepas dari kecurangan. Pada tipe ini, kecurangan memang lebih sulit lantaran harus mencongkel satu-demi satu panel bergigi tersebut hingga mendapatkan angka yang sesuai. Akibat dari congkelan tersebut biasanya akan meninggalkan bekas yang lebih kentara dalam menandai kecurangan yang dilakukan oleh penjual mobil bekas.

Dari kedua sisi tersebut, nampaknya membeli mobil bekas dengan odometer analog memang lebih meyakinkan ketimbang dengan odometer digital. Namun tentu saja, kualitas mobil bekas tetap kembali pada kualitas penjualnya serta pengetahuan pembeli tentang kondisi mobil. Sehingga untuk kasus odometer ini setidaknya hanya sekedar pemberitahuan di awal saja. Baca juga Tanpa Kunci, Volvo Gunakan Ponsel Untuk Membuka Pintu dan Viar CrossX 150 SF 2016 Benar-benar Tampil Menggoda.

Top