AISI Masih Tak Setuju Kehadiran Motrik

Kemunculan Motrik Dihambat Lagi – Motrik alias motor listrik memang akhir-akhir ini menjadi perbincangan besar. Pasalnya, teknologi mesin listrik memang diagung-agungkan dalam dekade ini mampu menggantikan mesin berbahan bakar fosil yang tak ramah lingkungan. Tentu, sebagai teknologi baru wajar apabila banyak resistensi dari berbagai kalangan. Hal ini terjadi hampir di seluruh dunia, termasuk juga kali ini Indonesiapun mengalaminya.

aisi masih tak setuju kehadiran motrik

Satu-satunya motor listrik yang terdengar siap diproduksi di Indonesia adalah Gesits. Motor listrik sabetan konsorsium antara Garansindo dan ITS ini disebut-sebut sebagai suksesor varian motor listrik di Indonesia dalam bentuk motor skuter. Tentu hal ini menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi rakyat Indonesia yang mampu membuktikan bahwa bangsa ini memang siap menghadapi teknologi modern.

Sayangnya, semenjak awal mula kedatangannya, Gesits masih mendapatkan tanggapan yang kurang mendukung. Hal ini secara terang-terangan disampaikan oleh Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia  (AISI) melalui Ketua Umumnya, Gunadi Sindhuwinata yang menyatakan Gesits masih perlu banyak menyelesaikan pekerjaan rumahnya. Walaupun demikian, baik Garansindo dan ITS masih tetap PD dan menanggapi AISI dengan feedback positif.

Menariknya, kali ini AISI membuka mulut lagi terhadap varian motor listrik. Menurut Gunadi, motor listrik berpotensi menimbulkan masalah tersendiri. Pasalnya, jika merujuk pada negara produsen motor listrik terbesar di dunia, Cina, juga mengalami masalah yang bisa dibilang serius. Hal tersebut dikarenakan, semenjak Cina menargetkan penggantian motor konvensional ke arah motor listrik, ternyata malah meningkatkan angka kecelakaan yang signifikan.

Hal tersebut terjadi lantaran motor listrik tak punya suara mesin yang cukup mampu terdengar pengemudi lain. Alhasil, antar pengemudi tak mampu memperkirakan posisi satu sama lain. Hal tersebut menurutnya merupakan penyebab utama kecelakaan di Cina semenjak kehadiran motor listrik. Karenanya, masih menurut Gunadi, Cina menerapkan generator suara mesin khusus pada varian motor listriknya. Hal ini ditujukan sebagai tanda berupa suara sebagaimana motor konvensional.

Sebagai penutup informasi tersebut, Gunadi menyebutkan bahwa pada dasarnya AISI belum setuju tentang kehadiran motor listrik di Indonesia sebagaimana dilansir dari Kompas (21/6/2016). Apalagi jika bertujuan untuk menggeser motor konvensional. Walupun tidak secara langsung menyasar Gesits, namun sebagai salah satu kandidat kuat motor listrik di Indonesia, tentunya menjadi satu kesatuan komentar AISI tersebut. Baca juga Garansindo Menyayangkan Komentar AISI dan Gesits, Motor Listrik Lokal Siap Pre-Order.

Top