Rapor Nissan Memerah?

Toti Sedang Mempertahankan Nissan – Kejadian yang menimpa Mitsubishi di Jepang memang memberikan dampak positif bagi Nissan. Pasalnya, Nissan membuat keputusan yang luar biasa dengan menggandeng Mitsubishi di bawah ketiaknya. Alhasil, tampak kekuatan Nissan di pasar internasional yang mampu membeli perusahaan sekelas Mitsubishi tak terbantahkan.

rapor nissan memerah

Sayangnya, beda Nissan internasional, beda pula Nissan di Indonesia. Jika kegaharan Nissan dalam skala global ditunjukkan melalui akuisisi perusahaan besar, di Indonesia batang hidung Nissan malah dikeluarkan sembunyi-sembunyi. Padahal, sebagaimana diketahui sebelumnya bahwa Nissan baru saja mengganti direksinya yang seharusnya mampu memberikan penyegaran merek ini di Indonesia.

Antonio Zara, sebagai direktur baru bahkan sudah menaytakan dengan gamblang bahwa Nissan tak sesuai rencana, sebagaimana dilansir dari Kompas (21/6/2016). Menurut Zara, kali ini yang berperan sebagai tulang punggung Nissan adalah Datsun yang menyasar segmen Low Cost Green Car. Sedangkan Nissan sendiri sedang berada dalam posisi bertahan yang bahkan membutuhkan banyak tenaga untuk penguatan mereknya. Diakuinya pula, bahwa Nissan masih kekurangan merek pada segmen yang berkembang. Alhasil, apa yang dikeluarkan Nissan selama ini lebih kepada pertahanan eksistensi Nissan di masyarakat semata.

Padahal, sebagaimana diketahui sebelumnya, Nissan Indonesia baru saja menyabet generasi baru Grand Livina dengan branding All New Grand Livina 2016. Tentu seharusnya hal tersebut mampu menjadi ujung tombak Nissan di pasaran Indonesia. Jika melihat komentar Zara tersebut, nampaknya Grand Livina 2016 kali ini juga masih tak sesuai dengan ekspektasi yang melegakan. Bahkan Zara sampai berharap mampu melumpuhkan kelas MPV dihadapannya.

Jika melihat sepak terjang Nissan di tahun ini memang tak dapat dikatakan penuh dengan gemerlap layaknya merek-merek lainnya. Namun, jika merujuk pernyataan Zara beberapa waktu yang lalu, hal tersetbu memang dapat dibenarkan. Pasalnya, Zara sudah menyatakan diri pada tahun ini tak akan berusaha merebut pasar karena sedang menyiapkan segala persenjataan otomotifnya dari berbagai lini untuk berperang pada tahun-tahun mendatang.

Jika memang pada tahun-tahun ke depan Nissan menjadi sukses, nampaknya kepiawaian Zara di pasar otomotif Indonesia sudah tak akan diragukan lagi. Pasalnya, strategi menarik diri untuk menghasilkan ledakan di waktu yang ditentukan agaknya sulit untuk diberlakukan di Indonesia. Hal tersebut tentunya tetap dipengaruhi seberapa besar ledakan yang mampu dibuat Nissan di masa yang akan datang. Baca juga Nissan Ciptakan Mobil Berbahan Bakar Unik dan Nissan Jual Model Lama Tampilan Baru.

Top