Nissan Mulai Buka Obrolan Terkait Kerja Sama dengan Mitsubishi

Akuisisi Saham Mayoritas Mitsubishi Rupanya Masih Menunggu Persetujuan – Beberapa waktu lalu, telah ramai dibicarakan bahwa Nissan akan mengakuisisi saham mayoritas Mitsubishi sebesar 34 persen. Nah, rupanya rencana tersebut masih dalam proses, dan kabarnya secara resmi hal tersebut akan terealisasi pada akhir tahun 2016 ini. Jika nantinya memang Mitsubishi merelakan sahamnya 34 persen dibeli Nissan, maka tentu saja akan berpengaruh pada skema bisnis atas kedua perusahaan di ranah internasional, bahkan tak menutup kemungkinan sampai ke Indonesia.

akuisisi saham mayoritas mitsubishi rupanya masih menunggu persetujuan

Dalam kesempatannya, seperti yang dirangkum dari KompasOtomotif, Rabu (22/06/2016) Presiden Direktur Nissan Motor Indonesia, Antonio Zara, mengatakan bahwa peluang pengembangan dari kedua perusahaan terbuka lebar. Dia adalah salah satu pihak yang sangat percaya dan optimis bahwa sinergi tersebut akan mengarah pada masa depan bisnis automotif yang lebih baik.

“Akuisisi belum disetujui Jepang. Kami sedang dalam proses menengah menuju persetujuan. Bagitu akuisisi disetujui secara formal, kami akan memulai peluang,” Ungkapnya.

Nissan sendiri telah berpengalaman dalam menjalin kerja sama bersama Renault. Aliansi dari Renault-Nissan bahkan telah dikatakan sebagai salah satu bentuk kerja sama terkuat yang ada di industri otomotif saat ini.

Sementara itu, sebelumnya, CEO Nissan, Carlos Ghosn juga pernah mengatakan bahwa ada peluang Nissan dan Mitsubishi untuk menambah model dengan mengusung platform yang sama. Kolaborasi ini tentu akan sangat emnguntungkan, sebab untuk biaya pengembangan akan bisa ditekan.

Selain itu, Ghosn juga mengungkapkan Nissan-Mitsubishi akan bisa saling melengkapi atau berbagi kemampuan untuk meningkatkan pasar regional seperti di Asia Tenggara.

Namun, sejauh ini Zara masih belum banyak berkomentar pada saat ditanya kemungkinan akan ada dua model kendaraan namun masih dalam satu basis yang dijual oleh Mitsubishi dan Nissan di Indonesia. Meski demikian, pihaknya turut memberi contoh seperti kolaborasi Nissan-Renault yang juga telah mengembangkan produk bersama namun tetap bersaing di pasar yang sama.

Zara kemudian mengatakan bahwa hal semacam itu tidak akan bisa terjadi secara instan dalam waktu sehari. Perlu menjalani banyak proses untuk memproduksi sebuah produk baru. Baca juga Mitsubishi Alami Rugi Besar, Nissan Berniat Ambil Alih Perusahaan dan Nissan Mulai Susun Rencana Setelah Berhasil Kuasai Mitsubishi

Top