CEO Nissan Naik Gaji

Carlos Gohsn Dapat 11.3 Miliar Perbulan – Gurihnya industri otomotif dunia tentu memberikan dampak positif bagi orang-orang yang bermain di dalamnya. Hal tersebut nampaknya berlaku bagi semua pemain industri yang terbilang sukses mampu mencengkram banyak konsumen di seluruh dunia. Kali ini, Nissan berbaik hati membeberkan gurihnya uang yang beredar di internal perusahaannya.

CEO Nissan Naik Gaji

Tentu, jika ingin mengetahu posisi keuangan internal suatu perusahaan maka hubungan keuangan antara CEO dan perusahaan tersebut adalah hal yang wajar jika dijadikan cerminan. Tentu, hal yang paling pokok untuk dibicarakan adalah masalah gaji CEO. Pasalnya, gaji CEO akan menjadi standar terhadap seluruh gaji pegawai dalam suatu perusahaan. Apabila gaji CEO tinggi, maka secara proporsional gaji pegawai di dalamnya juga akan tinggi.

Bertindak selaku CEO Nissan saat ini ialah Carlos Ghosn. Kabarnyam Carlos Ghosn dibayar Nissan sekitar 10 Miliar Rupiah per bulan sebagai CEO-nya. Menariknya, di tengah posisi Nissan yang butuh menggelontorkan banyak biaya untuk mengambil alih Mitsubishi, Carlos malah ketiban rejeki via kenaikan gaji 3.5 persen dari gaji semula. Alhasil, angka 11.3 Miliar Rupiah perbulan siap diboyong pulang oleh Carlos secara sah dan halal dari Nissan, sebagaimana dilansir via Kompas (23/6/2016).

Namun, angka tersebut memang merupakan angka yang wajar untuk membayar orang sekaliber Carlos. Pasalnya, Carlos sudah memiliki title sebagai orang yang paling berpengaruh dalam industri otomotif di dunia. Hal ini terbukti lantaran dalam dua tahun berturut-turut Carlos mampu meningkatkan pendapatan Nissan secara signifikan. Selain itu, dominasi Carlos nampak pula melalui posisinya sebagai CEO di Renault yang merupakan rekanan Nissan. Alhasil, kendali dua perusahaan besar yang berpengaruh di dunia tersebut semakin menguatkan posisi tawar Carlos di hadapan Nissan.

Sayangnya, beda Nissan beda dengan Renault. Pada Renault, Ghosn hanya dibayarkan 108.8 miliar Rupiah per tahun. Artinya, Renault memiliki posisi keuangan yang tidak lebih baik daripada Nissan, walaupun belum mutlak demikian. Menariknya, hembusan isu kenaikan gaji Ghosn di Renault malah mendapatkan respon negatif dari 54 persen pemegang saham. Motor dari protese tersebut berasal dari Pemerintah Prancis yang hanya menguasai perusahaan tersebut sebanyak 20 persen. Baca juga Akuisisi Saham Mayoritas Mitsubishi Rupanya Masih Menunggu Persetujuan dan Toti Sedang Mempertahankan Nissan.

Top