Honda City dan Civic Bakal Diproduksi Lokal, Jika Pajak Sedan di Indonesia Dipangkas!

Gaikindo Ajukan Permintaan Pemangkasan Pajak Sedan – Kabar terbaru hadir dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor  Indonesia (Gaikindo) yang telah mengajukan permintaan kepada kementerian terkait soal pengurangan pajak barang mewah seperti sedan yang menjadi 10 persen. Sebetulnya, pengajuan tersebut telah disampaikan sejak yahun lalu. Jika nantinya disetujui ole pemerintah, maka harga mobil sedan yang masuk Indonesia akan menjadi lebih murah.

gaikindo ajukan permintaan pemangkasan pajak sedan

Dalam hal ini, PT Honda Prospect Motor (HPM) selaku salah satu pemain untuk segmen kendaraan sedan sejauh ini masih menunggu bagaimana keputusan atas kebijakan pemerintah. Honda sendiri telah mempersiapkan langkah-langkah ke depan jika nantinya permintaan tersebut disetujui. Khususnya untuk pasar sedan yang telah lama vakum di Tanah Air, HPM ingin kembali meramaikannya.

Advertisement

Seperti yang dikutip dari Okezone, Jumat (24/06/2016) Jonfis Fandy, selaku Marketing and aftersales service director HPM baru-baru ini mengatakan, “Kalau peraturannya bagus, bukan cuma impor, bahkan kami juga mau produksi di sini. Kapasitas produksi pabrik kami di sini masih cukup,” Ungkapnya.

Jonfis lalu menambahkan, bahwa menurutnya untuk pasar mobil sedan di Indonesia disebabkan oleh harga jualnya yang masih sangat tinggi. Sehingga konsumen lebih beralih pada mobil jenis MPV dan SUV yang harga jualnya lebih bersahabat.

Ia pun lalu membandingkan Indonesia dengan negara lain, di mana untuk mobil sedan tak ada pajak yang nilainya setinggi di Indonesia.

“Negara lain beda-beda aturannya (soal pajak sedan dan SUV). Tapi enggak ada negara lain yang seperti Indonesia yang sedan itu lebih mahal karena pajaknya tinggi. Jadi, kalau mereka (Gaikindo) mau menyamakan pajak 10 persen, sekarang tergantung pemerintah, apakah mereka mau samakan berdasarkan cc. Kan kalau di kendaraan komersial kelas 1.500 cc (pajaknya) 10 persen. Di atas 2.000 cc 40 persen. Dari 10 langsung ke 40, jadi loncatnya cukup tinggi.

Jika skema pajak sedan tersebut diubah berdasarkan cc dipatok menjadi 10 dan 20 persen saja, maka akan berpengaruh menurunkan harga jualnya.

Jonfis lalu menambahkan di akhir perbincangannya yang dilansir dari sumber yang sama. Pihaknya berpendapat jika pajak sedan dikurangi 10 atau 20 persen saja atau disamakan dengan kendaraan komersial, maka harga jual tentu sudah turun 10 persen, terlebih lagi jika mobil diproduksi lokal, maka tentunya harga akan bisa ditekan lagi. Baca juga Mobil Sedan Kurang Diminati Masyarakat Indonesia dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah Untuk Sedan Terlalu Tinggi

Top