Brondongan Senjata Suzuki Sedang Diuji

Santai Tapi Pasti, Suzuki Sasar Kelas LCGC – Proyek kerjasama Suzuki-Toyota melalui Calya-Sigra nampaknya menjadi ajang pembuktian bagi Suzuki menyasar kelas mobil murah. Walaupun proyek tersebut merupakan proyek joinan dengan Toyota, tentu tak mungkin bila Suzuki tak punya visi tersendiri dalam kerjasama tersebut. Sayangnya, sebagaimana dilansir dari Kompas (25/6/2016) target tersebut merupakan target jangka panjang.

brondongan senjata suzuki sedang diuji

Hal tersebut lantaran Suzuki masih santai saja dalam melakukan pengujian konsep mobil murah. Pasalnya, menurut Makmur, 4W Direktur Sales PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), melakukan pengembangan mobil baru tidak mudah. Sehingga dibutuhkan waktu yang tak bisa terburu-buru. Hanya saja, menurut makmur, target Suzuki terbilang realsitis karena konsep LCGC 7 tempat duduk merupkan konsep laris manis yang ada di Indonesia.

Menariknya, Suzuki menyatakan tak takut dengan kehadiran Calya. Pasalnya, Suzuki lebih menutamakan pengembangan terlebih dahulu ketimbang terburu-buru dan akhirnya menghadirkan kendaraan ayng kurang berkualitas. Tentu hal tersebut akan menjadi poin yang mengecewakan bagi konsumen.

Advertisement

Strategi ini nampaknya sudah lama dilakukan oleh Suzuki melalui Ertiga-nya. Pasalnya, meskipun datang belakangan, terbukti Ertiga tak banyak mendapatkan keluhan bagi pelanggannya. Padahal, persaingannya sengit karena melibatkan perusahaan sekelas Toyota. Selain itu, Makmur khawatir apabila mobiil yang dibesutnya keluar dengan terburu-buru akan disebut dengan mobil 7 pnumpang banci.

Di sisi lain, Suzuki juga tengah menggodok pasarnya yang sama melalui Suzuki Karimun Wagon R7. Menariknya, jika dilihat dari spesifikasi yang sudah-sudah, maka Suzuki Karimun Wagon R7 nampaknya akan lebih laris jika masuk ke dalam kelas LCGC pula. Itu artinya saat ini Suzuki tengah dituding memegang dua senjata hebat dalam kelas LCGC.

Donny Saputra, 4 wheel marketing director SIS, menyatakan bahwa Suzuki Wagon R7 memberikan konsep yang berbeda dari pesaingnya. Pasalnya, pesaingnya lebih senang bermain dalam kelas hatchback. Sedangkan untuk Karimun akan tetap bermain pada model Wagon, demikian dilansir dari Okezone (25/6/2016). Hal tersebut nampaknya akan menjadi senjata khusus dari karimun ke depannya.

Menariknya, sekalipun Suzuki masih punya dua PR besar mengerjakan dua model tersebut, Donny menyatakan dengan gamblang bahwa Suzuki masih punya senjata terbaru ayng belum memiliki line-up saat ini. Tentu, hal ini akan menjadi kecemasan tersendiri bagi pemain lain dalam industri yang sama. Baca juga Fix, Proton Ambil Ertiga Untuk Malaysia dan President Suzuki Segera Mengundurkan Diri.

Top