Awas! Mobil Sekarang Mudah Hanyut

Hanyut Bukan Lagi Masalah Bobot Mobil – Di ngara semacam Indonesia ini yang curha hujannya bisa dibilang sangat tinggi, kemungkinan terhadap banjir tak dapat terelakkan lagi. Beberapa produsen kemudian berusaha menjual mobilnya dengan embel-embel siap menerjang banjir. Tak jarang, yang dijual bahkan mobil sekelas sport yang mahal. Dengan desain yang dibuat lebih gagah, tak hayal banyak konsumen yang percaya bahwa mobil-mobil tersebut siap menghalaui banjir.

awas mobil sekarang  mudah hanyut

Sayangnya, dalil penjulan tersebut nampaknya tak akan banyak berlaku lagi. Pasalnya Universitas New South Wales (UNSW) telah melakukan penelitian yang mengejutkan antara korelasi, tingkat hanyut, dan banjir. Penelitian ini dilakukan lantaran beberapa waktu ini Australia sedang mengalami banjir berturut-turut dan melibatkan korelasinya dengan hanyutnya sebuah mobil.

Jika asumsi yang dibangun bahwa mobil semakin berat semakin tahan banjir, nampaknya perlu sedikit direvisi dari hasil penelitian ini. Pasalnya, dari hasil penelitian tersebut, sebuah mobil seberat 1 Ton bisa segera hanyut dalam kondisi banjir yang hanya setinggi 15 centimeter. Tentu, hanyutnya mobil tersebut dengan catatan kecepatan air berada pada kondisi 1 meter/detik.

Menariknya, untuk mobil seberat 2,5 Ton hasilnya tak kalah mengejutkan. Pasalnya dilansir dari Okezone (27/6/2016), dengan kecepatan air yang sama, hanya dibutuhkan ketinggian air berada pada 95 cm untuk menghanyutkannya. Hal tersebut mungkin di luar pemikiran lantaran bobot segitu perlu beberapa orang dewasa untuk menggesernya.

separator

Namun, melalui hasil penelitian tersebut diungkapkan fakta dibalik fenomena janggal tersbeut. Usul-punya usul, mudah hanyutnya mobil saat ini lantaran ruang kabin didesain sedemikian rupa untuk dapat menghalau masuknya air ke dalam kabin. Sebenarnya, fungsi utama dari desain tersebut adalah mempertahankan kondisi kabin yang sudah ber-AC agar cepat dingin dan mampu mempertahanakan suhu dinginnya tersebut. Namun ternyata, desain ini membuat dampak yang serius.

Jika pada mobil-mobil lawas air otomatis akan memasuki ruang kabin ketika banjir dengan ketinggian tertentu, maka hal ini tak terjadi pada varian mobil baru. Padahal, air yang masuk tersebut akan menambah bobot mobil sehingga tak gampang hanyut. Selain itu, air dapat tetap bergerak ketimbang memberi gaya tolak terhadap mobil. Untuk itu, semahal apapun beratnya, agaknya perlu diperhatikan keputusan untuk menerobos banjir. Baca juga Trik Atasi Kemacetan, Berujung Pembelian Mobil Baru dan Selama IIMS 2016, Toyota Berhasil Menjual Produknya Sebanyak 4.597 Unit Mobil.

Top