Siap-Siap, Pelumas Bakal Usung SNI

Pengusaha Lokal Sepakat, Pelumas Wajib SNI – Berbicara mengenai kedaulatan produk di dalam negeri tentunya tak lepas dari Standar Nasional Indonesia. Pasalnya, dengan mengusung standar tertentu akan mengakibatkan adanya kualitas minimum yang sama yang musti diikuti oleh seluruh produsen yang ada di Indonesia. Hal ini selain bisa meningkatkan martabat bangsa lantaran akan melempar produk-produk di luar standar, juga akan mempermudah daya saing antara produk yang pantas dipasarkan dan produk abal-abal yang dipaksakan.

siap-siap pelumas bakal usung sni

Menariknya, setelah kemarin industri otomotif sempat digalakkan sebagai tonggak perekonomian bangsa, kali ini tak jauh-jauh dari hal tersebut industri pelumas menjadi sasaran. Dilansir dari Kompas (27/6/2016), Asosiasi Pelumas Indonesia (Aspelindo) melalui diskusinya mengenai pelumas SNI menyatakan kesepahamannya bahwa seluruh pelumas di Indonesia wajib berlabel SNI.

Kesepahaman ini nampaknya mengamini pernyataan lawas Kementerian Perindustrian, melalui Harjanto, Dirjen Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka tahun lalu. Meskipun demikian, adanya kesepahaman ini membuat pengertian bahwa pernyataan otoritas berwenang tersebut bukanlah hal yang kadaularsa dan mampu diterapkan secara mulus lantaran diterima oleh para pengusaha.

Menurut Andria Nusa, Ketua Bidang Organisasi dan Pengembangan Aspelindo, adanya kesepahaman ini muncul dari lapangan praktik. Pasalnya, sejauh ini banyak pengusaha pelumas lokal yang terpaksa gulung tikar akibat tak mampu bersaing dengan oli impor dan oli oplosan. Jika melihat kondisi tersebut, sebenarnya bisa dikatakan miris. Mungkin persaingan impor masih dapat diterima karena adanya daya saing kualitas dan merek, namun jika kalah saing dengan oli oplosan sepertinya sedikit mencengangkan.

separator

Pasalnya, oli oplosan identik dengan pencampuran oli yang tak jelas kualitasnya dicampur dengan oli yang lebih jelas untuk menghilangkan jejak kualitas buruknya. Hal ini tentu miris apabila benar-benar terjadi di pasar nyata.

Sayangnya, jika mengacu pada aturan yang sekarang rasanya terlalu lembek. Paslanya, Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 053 Tahun 2006, pada pasal 2 berbunyi, setiap jenis pelumas dengan nama dagang pelumas tertentu yang dipasarkan di dalam negeri wajib memenuhi standar dan mutu (spesifikasi) pelumas yang ditetapkan dan wajib memiliki NPT.

Aturan ini mengisyaratkan adanya nomor terdaftar namun bukan adanya standar tertentu. Artinya, setiap produsen bebas menjual pelumas apapun yang mereka buat asalkan didaftarkan kepada kementrian tersebut. Baca juga Shell Indonesia Menghadirkan Produk Oli Berteknologi Tinggi dan Cara Membedakan Oli Palsu dengan Oli Asli Pertamina.

Top