Eh? Sienta Hibrida Mau Masuk Indonesia?

Rencana Toyota Membawa Hibrida Ke Indonesia – Untuk skala negara maju, kesadaran akan lingkungan yang merupakan satu kesatuan tak terpisahkan dari keberlangsungan kehidupan di bumi memang menjadi konsen yang kuat. Itulah mengapa, skandal emisi mampu membuat kejatuhan sebuah perusahaan otomotif kelas kakap hanya dalam hitungan singkat. Memang, pemalsuan emisi merupakan hal yang buruk, namun dampak tak terperkirakan dari lingkungan merupakan sesuatu hal yang tak dapat ditolerir lagi.

eh sienta hibrida mau masuk indonesia

Beda cerita dengan negara berkembang, mungkin pandangannya akan lingkungan lebih sedikit diabaikan. Jika menengaok Indonesia sebagai negara berkembang, walaupun sedikit terlambat, namun Indoensia diyakini semakin sadar akan kelestarian lingkungan. Setelah kebijakan insentif menegnai Low Cost Green Car digulirkan untuk ‘memaksa’ secara bisnis para pelaku usaha beralih untuk membuat mobil yang lebih ramah lingkungan, kali ini kebijakan mengenai Low Carbon Emision Program dinilai akan segera diluncurkan.

Advertisement

Jika fokus utama LCGC bisa dibilang mobil murah, untuk LCEP lebih mengarah pada mobil sehat lingkungan. Pasalnya, standar yang diajukan oleh LCEP diyakini akan lebih ketat mempermasalahkan emisi yang disebarkan ke lingkungan. Menariknya, jika sbeelumnya segmen LCGC bisa dikatakan berhasil dikuasai Toyota, kali ini untuk LCEP-pun nampaknya Toyota tak akan mau ketinggalan.

Pasalnya, meskipun aturan LCEP belum fix diteken, pihaknya sudah menyediakan strategi ke arah tersebut. Dilansir dari Kompas (28/6/2016),  Made Dana Tangkas, Direktur Hubungan Eksternal TMMIN di Jakarta menyatakan bahwa pada hakikatnya Toyota rugi tak membesut proyek hibrida di Indonesia. Pasalnya, saat ini Toyota berkaca pada negara Malaysia dan Thailand yang mendapatkan teknologi tersebut.

Cerminan tersebut didapatkan hasil kerugian yang tidak sedikti lantaran di kedua negara tersebut sudah menerapkan teknologi hybrida melalui kebijakan pemerintahnya. Artinya, kedua negara tersebut lebih ramah untuk didatangkan secara bisnis atas mobil hybrida. Indonesia sendiri merupkan target yang tidak dielakkan melalui Toyota Sienta yang memang dari asalnya sana mengagungkan konsep hibridanya.

Namun saat ini, Indonesia sendiri belum meneken aturan LCEP tersebut. Akhirnya, secara biaya produksi mobil hibrida dikatakan lebih mahal dari konvensional. Hal tersebu tberimbas pada harganya pula. Apabila dipaksakan saat ini tentu malah akan mendatangkan kerugian yang tidak sedikit. Baca juga Akhirnya Sienta Dikabarkan Masuk Pabrik dan Toyota Sienta Lakukan Pengecekan Kualitas.

Top