Ternyata Gelagat Ford Sudah Dari 2015

Diler Ford Sudah Was-Was Semenjak 2015 – Gegernya kepergian Ford dari bumi pertiwi ternyata sudah direncanakan sejak jauh-jauh hari. Meskipun pengumuman mundurnya Ford dari pergulatan lapangan perang otomotif di Indoensia baru beberapa bulan yang lalu, namun bau-bau keanehan yang dilakukan oleh Ford Motor Indonesia selaku pemegang merek Ford sudah tercium oleh orang-orang terdekatnya, yakni dari tataran diler Ford di Indonesia.

ternyata gelagat ford sudah dari 2015

Dilansir dari Okezone (28/6/2016), salah satu diler Ford, melalui Andee Yoestong, president director PT Kreasi Auto Kencana (KAK) menyatakan bahwa Ford sudah mengurangi pasokannya semenjak 2015 yang lalu. Pasalnya, dalam rencana bisnis antara perusahaannya dengan Ford Motor Indonesia, tersebut angka 11 ribu unit Ford dipesan oleh PT KAK. Nyatanya, angka tersebut hanya berlaku di atas kertas lantaran PT KAK akhirnya hanya mampu menjual sekitar 6000 unit mobil.

Tentu, pangkasan kuota tersebut menjadi tanda tanya besar bagi pihak diler sendiri. Menurutnya, dalam menentukan rencana bisnis antar keduanya, baik FMI dan KAK akan menyepakati jumlah unit di awal tahun. Mirisnya, setelah tahun 2015 kuota KAK dipangkas oleh Ford, pada tahun ini disebutkan kuota KAK disembelih hingga 3000 unit saja. Tentu, kecurigaan tersebut semakin menambah tanda tanya besar bagi KAK selaku diler setia Ford.

Bahkan, ditambahkan oleh Andee, FMI sudah tidak mengadakan program diskon. Akhirnya pihak diler juga tak memberikan diskon pada Ford-nya. Menurutnya, hal ini terjadi lantaran untuk program diskon memang harus mengikuti komando dari FMI selaku pemegang merek.

Kedua hal tersebut memberikan pertanyaan bagi para diler Ford yang akhirnya terjawab dengan berbagai masalah baru pada awal tahun ini. Ford yang menyatakan hengkang dari bisnis otomotif di Indoensia menyisakan banyak pertanyaan yang tak terjawab oleh banyak pihak. Bahkan, saking gemasnya para konsumen akhirnya melayangkan gugatan pada Ford untuk setidaknya ikut bertanggung jawab dengan menunjuk pelayan atas layanan purna jual bagi konsumen.

Walaupun janji tersebut telah disepakati melalui akta perdamaian dan disahkan lewat pengadilan, nyatanya hingga saat ini FMI masih belum memberikan petunjuk resminya mengenai siapa yang akan ditunjuk. Bahkan, permasalahan dengan diler yang nyaris bangkrut karen perbuatan Ford yang menyatakan mengundurkan diri tersebut menjadi masalah baru yang tak mudah bagi FMI. Baca juga Ford Gagal Jual, Diler Minta Buyback dan Ford Motor Indonesia (FMI) Digugat.

Top