Panen Rejeki Pengusaha Oli

Waktu Sakral Bagi Pengusaha Oli – Indonesia memang bisa terbilang unik. Pasalnya, negara dengan beragam kebudayaan ini punya banyak kegiatan-kegiatan yang menarik untuk dijadikan celah-celah peruntungan bagi jagoan bisnis. Pasalnya, dengan adanya kegiatan-kegiatan tertentu tersebut dapat dipastikan tanpa biaya promosi apapun barang-barang bersangkutan akan dilirik oleh pembeli.

panen rejeki pengusaha oli

Salah satu kegiatan yang akan segera dilaksanakan adalah kegiatan lebaran. Jika mengingat lebaran, maka fenomena mudik bukan hal yang aneh lagi untuk terjadi di Indonesia. Menariknya, fenomena yang sudah berjalan bertahun-tahun ini mampu membludakkan jumlah kendaraan bermotor di jalanan. Akhirnya, tentu dapat ditebak macet terjadi di mana-mana.

Tak jarang, pemudik menekatkan diri untuk membawa mobil pribadi. Untuk itu, biasanya pemudik selalu melakukan servis dadakan terlebih dahulu agar kondisi kendaraannya setidaknya lebih baik ketimbang tak diservis. Hal inilah yang menjadi ajang kecipratan rejekinya seantero bengkel dan pengusaha komponen terkait lain, termasuk oli.

Pasalnya, jika ingin berkendara jarak jauh, part yang tak boleh untuk tak diganti adalah oli. Hal tersebut menunjukkan wajib hukumnya bagi pengusaha oli untuk panen rejeki lebih banyak ketimbang pengusaha komponen-komponen lainnya. Dilansir dari Okezone (28/6/2016), Syafanir Sayuti, vice president marketing retail PT Pertamina Lubricant, menyatakan bahwa panen rejeki usaha pelumas sudah dimulai dari bulan lalu.

Menurutnya, baik pelumas untuk mobil maupun motor dipastikan terjadi kenaikan penjualan yang signifikan semenjak bulan lalu. Bahkan, lonjakan panen rejeki mampu mencapai angka 10 persen daripada bulan-bulan di luar bulan mudik. Bahkan menurutnya, panen rejeki usaha pelumas tersebut akan terus berlaku hingga waktu mudik usai.

Menariknya, bahkan setelah waktu mudik usai, panen rejeki masih kembali lagi setelah lebaran terjadi. Pasalnya, pemudik akan kembali lagi dari kampung halamannya menuju ke perantauan. Itu artinya, perlu servis dan ganti oli lagi untuk kedua kalinya agar kondisi kendaraan tetap prima. Hal ini nampaknya menjadi hal yang menggembirakan bagi pengusaha pelumas di Indonesia karena otomatis akan kebanjiran rejeki 2x sekaligus setiap tahunnya tanpa promosi khusus. Baca juga Cara Membedakan Oli Palsu dengan Oli Asli Pertamina dan Shell Indonesia Menghadirkan Produk Oli Berteknologi Tinggi.

Top