Toyota Indonesia Tinggal Tunggu Lampu Hijau Hadirkan Sienta Hibrida

Sienta Hibrida Selangkah Lagi Masuk Indonesia – Sienta memang termasuk salah satu produk Toyota yang berhasil menarik hati konsumen di Indonesia. Bahkan belum lama setelah diluncurkan saja, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) telah mencatat pemesanan yang mengagumkan. Seolah belum puas dengan hal itu, Toyota tetap berusaha untuk selalu unggul di pasar Tanah Air, meskipun langkahnya terbilang pelan tetapi pasti.

sienta hibrida selangkah lagi masuk indonesia

Terkait perkembangan teknologi mobil hibrida, rupanya Toyota Indonesia telah berniat untuk memproduksi Sienta model hibrida pertamanya di pabrikan Karawang, Jawa Barat melalui fasilitas yang dimiliki oleh TMMIN. Kendaraan multi guna dengan kapasitas tujuh orang penumpang yang hadir dengan konsep pintu geser ini, seperti kita ketahui adalah merupakan model terbaru Toyota di tahun 2016.

Telah diperkenalkan sejak pameran IIMS 2016 kemarin, rupanya Sienta banyak diminati masyarakat. Namun, kali ini yang lebih mencengangkan adalah rencana Toyota yang masih terkesan malu-malu untuk mengungkap produksi dari Sienta varian tercanggih dengan teknologi hibrida.

Advertisement

Dalam kesempatannya, seperti yang dikutip dari KompasOtomotif, Selasa (28/06/2016) Made Dana Tangkas, selaku Direktur Hubungan Eksternal TMMIN mengatakan, “Sebenarnya tidak punya produksi hibrida itu merupakan kerugian besar bagi kita. Jika dibandingkan Malaysia dan Thailand, mereka sudah berstatus negara pengaplikasi teknologi. Sedangkan Indonesia, baru sekedar mengadopsi. Sangat disayangkan,” Ujarnya.

Ketika ditanyakan terkait kesiapan Toyota Indonesia dalam merakit Sienta hibrida, Made juga tidak menampiknya, tetapi memang masih belum mau berbicara banyak soal hal ini. “Masih studi,” Jawabnya singkat.

Kabarnya, rencana atas produksi hibrida pertama di Indonesia ini juga masih menunggu “lampu hijau” dari pemerintah dalam menggulirkan proyek Low Carbon Emmision Program (LCEP). Di dalam program tersebut, salah satu yang diatur adalah insentif terkait produksi mobil-mobil berteknologi ramah lingkungan, mulai dari mobil bermesin kecil dengan turbo, hibrida, sampai listrik murni.

Made lalu menyebutkan, bahwa pihaknya sempat mendengar kabar bahwa di bulan Oktober 2016 ini akan ada pembahasan lebih lanjut terkait program ini (LCEP), yang akan menyangkut pada definisi masing-masing kendaraan. Menurutnya, pihak-pihak pelaku industri seperti Toyota dan produsen lain biasanya akan dilibatkan, tinggal menunggu definisinya diperjelas saja. Barulah ditentukan regulasi dan setelah itu ditentukan waktu bergulirnya. Baca juga Rencana Toyota Membawa Hibrida Ke Indonesia dan Toyota Kaji Debut Sienta di Indonesia

Top