Selayang Pandang Proses Mercy Rakit Mobil di Indonesia

Proses Panjang Perakitan Model Mobil Mercedes Benz di Tanah Air – Seperti kita ketahui, Mercedes Benz Indonesia (MBI) telah merakit beberapa model mobilnya secara lokal di Indonesia. Model-model tersebut diantaranya adalah mobil jenis sedan dan sport utility vehicle (SUV) yaitu C Class, E Class, S Class serta GLE dan GLC Classsecara lokal. Beberapa kendaraan Mercedes Benz ini diproduksi secara lokal bukan tanpa melalui proses panjang. Dan hingga saat ini agen pemegang merek (APM) kendaraan mewah tersebut masih belum memiliki rencana untuk menambah perakitan mobil barunya di pabrik yang berlokasi di Bogor, Jawa Barat.

proses panjang perakitan model mobil mercedes benz di tanah air

Dalam konfirmasinya, Kariyanto Hardjosoemarto selaku Deputy Director Sales Operation Mercedes Benz Passenger Cars MBI, seperti yang diarngkum melalui Okezone, Rabu (29/06/2016) mengatakan bahwa tahun ini masih belum ada tambahan untuk jenis completely knock down (CKD) atau semi knock down (SKD). Menurutnya, mereka kan fokus pada produk-produk yang ada dulu.

Pria yang akrab disapa Kari tersebut lalu menambahkan, untuk menentukan sebuah model Mercedez Benz yang akan dirakit atau diproduksi oleh suatu negara tentu bukan perkara mudah. Perlu dilakukan adanya berbagai pertimbangan, bahkan secara prinsipal Mercedes Benz di Jerman juga ikut andil di dalamnya.

“Sebetulnya CKD maupun SKD, Kami enggak ada patokan pasti harus berapa unit dulu (yang terjual). Itu banyak sekali pertimbangannya. Di kantor pusat di Jerman sendiri, ada tim khusus yang menangani produk CKD. Mereka membuat perhitungan, sudah cukup atau belum bagi suatu model mobil untuk dirakit atau diproduksi di suatu negara. Jadi, bukan berarti kami jual sekian unit lalu langsung bisa CKD, enggak semudah itu,” Paparnya.

separator

Selain itu, Kari lalau melanjutkan bahwa jika rtelah diputuskan untuk melakukan CKD atau SKD maka tidak akan ada lagi ‘trial and error’ karena pihak perusahaan telah melakukan berbagai persiapan dengan investasi yang nilainya sangat besar.

“Dalam CKD tidak ada trial and error. Misalnya kami coba dulu pasarnya seberapa besar. Sekali kita menentukan CKD, persiapannya itu kurang lebih selama enam bulan. Melatih orangnya, menyiapkan semua line mesin, dan sebagainya. Hal itu tentu membutuhkan biaya untuk infrastruktur yang sangat besar. Untuk itulah kami tidak ada trial and error, lihat potensinya dulu. Negara tetangga kita pun semua masih ekspor. Makanya yang kita CKD di sini merupakan tipe mobil dnegan volume contributor,” Tutupnya. Baca juga Peluncuran New GLC Bakal Jadi Yang Pertama di Indonesia dan Mercy Klaim Produknya Terus Meningkat di Pasar Nasional

 

Top