Ada Rencana Terselubung Dibalik Penutupan Ford Indonesia?

Penutupan Ford Indonesia Diduga Telah Direncanakan Sejak Lama – Beberapa waktu belakangan industri automotif Tanah Air tengah ramai terkait hengkangnya Ford dari Indonesia. Bahkan Ford Motor Indonesia (FMI) juga telah menghentikan operasi bisnisnya. Namun, dalam hal ini gabungan enam perusahaan diler Ford menduga bahwa keinginan FMI untuk menutup semua operasi bisnisnya adalah merupakan strategi yang telah cukup lama direncanakan.

penutupan ford indonesia diduga telah direncanakan sejak lama

Informasi ini seperti yang disampaikan oleh Chairman gabungan enam perusahaan tersebut, Andee Y Yoestong mengatakan bahwa diler-diler masih semangat berjualan namun nyatanya perusahaan tidak lagi memberikan suplai merek-merek mobil Ford.

Terlebih lagi setelah mengetahui data penjualan Ford di tahun 2013 yang tercatat sebanyak 9.907 unit, lalu meningkat menjadi 12.000 unit di tahun 2014. Namun, kecurigaan mulai tercium saat memasuki tahun 2015. Pasalnya di tahun tersebut penjualan justru merosot sebanyak 50 persen, hanya menjadi sekitar 5.000 unit saja.

Andee lalu menjelaskan bahwa setiap tahu, diler pasti membuat rencana bisnis untuk setahun ke depan. Pada tahun 2014 dikatakan untuk target tahun 2015 mencapai 11.000 unit, angka itu telah ditandatangani tanpa mengikutsertakan dua model yaitu SUV Everest dan Ranger yang sedang direncanakan untuk ganti desain.

“Kami, biasanya bikin rencana bisnis setiap tahun dengan dia. Kenyataannya tidak disuplai,” Jelas Andee. Kebanyakan, model-model Ford yang ada di Indonesia diimpor dari Thailand.

Nah, selain itu, kemudian Ford memiliki target penjualan untuk tahun 2016 adalah menjual sebanyak 3.000 unit. Hal tersebut telah menimbulkan tanda tanya. Mengapa justru targetnya malah dibuat turun terus menerus dan ketika ditanyakan terlalu banyak alasan yang disampaikan.

Bahkan di bulan September 2015, ada sembilan diler baru yang diresmikan secara bersamaan. Nah, dari sini semakin terlihat bahwa FMI tidak transparan, sebabnya pada tanggal 25 Januari 2016 pernyataan resmi rencananya untuk dilakukan penghentian seluruh operasi Ford di Indonesia telah disebarluaskan.

Saat ini, gabungan pengusaha diler tersebut menyewa pengacara bernama Harry Ponto untuk membawanya ke jalur hukum. Somasi untuk FMI telah dua kali dikirmkan, yaitu tanggal 1 dan 13 Juni 2016. Pengusaha juga tak mau terus menerus mengalami kerugian karena diler harus tetap buka, sementara itu masih tidak ada kejelasan untuk masa depan bisnisnya. Baca juga Diler Ford Sudah Was-Was Semenjak 2015 dan Ford Gagal Jual, Diler Minta Buyback

Top