Di Inggris, Ini Merek Motor Yang Sering Recall

Negara Maju Juga Banyak Mengalami Recall – Siapa sangka, jika label negara maju seperti Inggris juga tak mampu lepas dari fenomena recall dalam dunia otomotif. Padahal, secara prinsip recall dapat dimaknai selalu adanya masalah fatal pada produk otomotif yang terlanjur dijual publik. Entah karena alasan produksi masal, kontrol kualitas yang tak baik, atau bahkan kesalahan konsep dari awal, yang jelas bagi negara maju recall bisa dianggap iktikad baik para pemain industri otomotif untuk bertanggung jawab atas produk gagalnya.

di inggris ini merek motor yang sering recall

Kali ini, berdasarkan rangkuman dari data yang dihimpun oleh lembaga Driver and Vehicle Standards Agency (DVSA) Inggris didapati angka perusahaan yang lumayan sering melakukan recall. Data yang dilansir dari Kompas ini (30/6/2016), menyatakan setidaknya ada 10 merek bermasalah di Inggris yang rajin merecall produknya. Berikut data tersebut :

  1. Merek  Aprilia, melakukan 13 recall. Kasus terbesarnya yaitu recall 1.892 unit 1000s RSV.
  2. Piaggio, melakukan 16 recall. Jumlah terbesar recall sebanyak 2.687 Vespa PXS.
  3. Suzuki, melakukan 23 recall. Kasus terbesarnya yaitu ketika 29.422 GSX-R ditarik.
  4. Harley-Davidson (HD), melakukan 28 recall. Jumlah terbesarnya yaitu 1.916 unit, dan menimpa beberapa produk.
  5. Triumph, melakukan 29 recall. Jumlah terbesarnya dalam 10 tahun terakhir, yaitu terkait dengan rectifier regulator yang rusak, dan 8.595 produknya harus ditarik.
  6. Ducati, melakukan 32 recall. Penarikan terparah menyebabkan 2.605 1200 Multistrada, harus di-recall.
  7. Honda, melakukan 33 recall. Jumlah recall terbesar dalam 10 tahun terakhir, sebanyak 10.600 unit.
  8. Kawasaki, melakukan 37 recall. Kasus terbesar berjumlah 3.656 yang menimpa produknya ZX-10R.
  9. BMW, melakukan 44 recall. Masalah besarnya selama 10 tahun terakhir adalah recall mencapai 23.427 unit.
  10. Yamaha, melakukan 49 recall. Recall ini menyebabkan 14.384 unit harus dibawa kebengkel resmi dan diberikan perbaikan atau penggantian, untuk beberapa model.

Jika melihat angka tersebut, nampaknya masalah recall sudah menjadi fenomena umum yang beredar di pasaran global. Pasalnya, label negara maju juga tak mampu membendung keteledoran pemain industri otomotif untuk mengecek ulang produknya apakah pantas masuk ke pasaran. Walaupun terbilang sering, namun hal tersebut tak boleh dianggap suatu kewajaran. Tentu, hak konsumen untuk mendapatkan produk yang aman dan layak harus menjadi prioritas penting bagi pemerintah setempat baik di negara maju maupun berkembang sekalipun. Baca juga Trax Global Direcall, Indonesia Adem Ayem dan Masalah Takata Belum Usai Sampai Di sini.

Top