Sebentar Lagi, Impor Solar Akan Dihentikan!

Pertamina Dorong Mobil Berbahan Bakar Solar – Kabar mengenai kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) solar yang akan disuplai produksi lokal telah disampaikan secara langsung oleh pihak PT Pertamina (Persero) yang diwakili oleh Dwi Soetjipto selaku Direktur Utama Pertamina yang mengatakan bahwa perusahaannya menginginkan lebih banyak kendaraan diesel di Indonesia agar solar dalam negeri bisa lebih dimanfaatkan.

Pertamina Dorong Mobil Berbahan Bakar Solar

“Solar sekarang dalam perhitungannya seolah-olah masih 1 persen impor, padahal kenyataannya sudah tidak impor lagi,” kata Dwi.

Dwi menjelaskan jika jika solar tidak lagi diimpor maka produksi solar bisa lebih ditingkatkan jika ada kilang produksi. Namun pada kenyataanya, porsi solar produksi lokal kini baru mencapai 99 persen dan sisanya masih diimpor. Tapi itu hanya akan berlangsung tidak lama, pasalnya Dwi sendiri menjamin jika sebentar lagi semua impor akan dihentikan.

“Kami mendorong, agar kendaraan-kendaraan pada masa datang, lebih banyak menggunakan mesin diesel. Sehingga, Solar pada masa depan akan bisa dimanfaatkan dengan demikian kami bisa semakin mengurangi porsi Premium yang masih impor,” urai Dwi.

separator

Seperti yang diketahui, saat ini masyarakat di Indonesia masih banyak yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium. Tercatat pada tahun 2014 yang lalu penggunaan premium yang harga jualnya juga mendapat subsidi dari pemerintah sebesar 62 persen. Sedangkan pada tahun 2015 mencapai 60 persen dan untuk sekarang ini angka tersebut mengecil menjadi 49 persen. Dengan rencana peningkatan produksi kendaraan yang didukung mesin diesel maka kelebihan solar tersebut nantinya bisa dimanfaatkan daripada harus diekspor dengan harga murah sehingga hal ini bisa menjadi insentif.

Perseroan juga mengklaim jika saat ini mengalami surplus solar sekitar 1.700 kiloliter per hari atau setara 10 ribu barel dari rata-rata penyaluran solar harian sebesar 50 ribu kilo liter. Sementara produksi hingga Mei 2016 mencapai 51,14 juta barel dari target 125 juta barel. Baca juga Pertamina Siap Luncurkan BBM Diesel Baru Bernama Solarlite dan Honda, Pasar Diesel Indonesia Prospektif.

 

Top