IKM Lokal Tertindas Perusahaan Mobil Jepang

Produsen Mobil jepang terus menginjak para IKM lokal – Tikus mati dilubung padi itu pepatah yang mengatakan personafikasi ini mengambarkan pengusaha kecil dan menengah (IKM) di bidang otomotif.Nampaknya cerita tentang kemerdekaan Indonesia yang utopis akan menjadi kenyataan. Gambaran kondisi tersebut hampir dialami oleh semua industri kecil dam menengah (IKM) kompnen loka kecil ini mngeluhkan sampai saat ini posisi masih sangat terjepit dan menggantungan pada produsen asing khusunya pada produsen Jepang yang mendominasi.

produsen mobil jepang terus menginjak para ikm lokal

Euis Saedah Direktur Jendra Industri Kecil dan Menengah (IKM) kompenen otomotif asli loka mengeluhkan sampai saat ini posisi terjepit  Kementrian Perindustrian mengutarakan kejengke;lanya terhadap pengusaha jepang atau produsen kendaraan dimana semakin membuat pengusaha kecil (IKM) terjepit Kompenen lokal tidak bisa merasakan lagi keramahan-keramahan pasarnya sendiri, Diakibatkan adri melambungnya harga kendara mobil jepang.

“saya newakili (IKM) kalau kami merasa saat  ini pasar lokal sudah tidak bersabat dan tidak ramah lagi, mereka IKM sudah tidak bisa menjual harga yang pantas dan sulit bagi mereka untuk mengukur keuntungan yang layak, Hrga kompenen mereka dipaksa untk menurun sementara harga mobil setiap tahunnya melambung tinggi” ujar Euis KompasOtomotif Kamis, (30/6/2016).

Euis melanjutkan kepastian untuk pengusaha lokal tidak kunjung diberikan padahal mereka sudah melakukan mediasi dengan para agen Tunggal Pemegang merk (ATPM) namun sampai saat ini tidak membuahkan hasil. “Berbagai cara dan berbagai jurus sudah dilakukan kepada ATPM. Namun tetap tidak bisa nyambung, walaupun sudah banyak berdialog. Saya juga sudah bicara langsung di depan orang-orang Jepangnya, kenapa itu terjadi,” ujar Euis.

Satu masalah belum rampung, kali ini giliran IKM asing yang berbondong-bondong datang ke Indonesia. Sulit menemukan siapa yang salah, pasalnya pemerintah juga dituntut untuk bisa menarik investor asing, agar menanamkan modal di Indonesia. Namun tentu nya ini bisa berimbas negatif pada pengusaha lokal jika tidak terlebih dahuli di proteksi dan dikembangkan sehingga sanggup bersaing khususnya di bidang kompenen otomotif.

Sudah banyak perusahaan jepang masuk seperti di Karawang saja saat ini ada namanya Japan SNI Center . IKM kami teriak- teriak. Baca juga Pertamina Dorong Mobil Berbahan Bakar Solar dan Mobil Canggih FCX Akan Diperkenalkan Honda

Top