Panas, CEO Takata Akan Mundur

Lagi, CEO Perusahaan Akan Mundur – Fenomena mundurnya CEO atau kepala pemerintahan suatu perusahaan merupakan hal yang menarik untuk dibahas. Pasalnya, penggantian CEO ini akan menjadi penilaian arah laju perusahaan ke depannya. Bukan tak mungkin dengan bergantinya CEO dari satu perusahaan otomotif dunia akan memengaruhi seluruh industri otomotif tingkat dunia. Hal ini lantaran antara satu perusahaan dengan perusahaan lain dalam industri otomotif senantiasa memiliki afiliasi yang tak terpisahkan.

panas ceo takata akan mundur

Kali ini, berita kemunduran CEO muncul dari perusahaan Takata. Perusahaan yang sedang bermasalah pada produk airbagnya ini memang sedang menjadi sorotan tajam dari berbagai elemen. Pasalnya, dengan hancurnya produk buatannya tersebut, konsumen sendiri menjadi takut untuk menggunkaan produk yang menggunakannya. Lebih lanjut, perusahaan roda empat yang menggunakan produk Takata tersebut terpaksa hengkang dan menyatakan diri tak akan bekerja sama lagi dengan produsen Jepang tersebut.

Advertisement

Sebagaimana diberitakan melalui Okezone (1/7/2016), Takata sudah mulai mencara investor baru. Pencarian ini memang dilakukan semenjak kasus Takata mencuat ke permukaan. Terang saja kasus ini dapat mencuat sedemikian parahnya lantaran airbag miliknya memang sudah memakan korban 13 orang tewas tanpa ada variabel lain yang patut dipersalahkan. Selain itu, tersebut 100 orang telah mengalami luka permanen lantaran sebab yang sama.

Untuk itu, CEO Takata, Shigehisa Takada memang sudah merencanakan diri untuk mengundurkan diri dari posisinya. Namun, menurut sumber yang sama, Takada tak akan mengundurkan diri sampai dapat menemukan investor yang cocok untuk menjadi pengucur dana segar bagi Takada. Jika melihat pernyataan ini, nampaknya saat ini Takata memang sedang mengalami masa sulit dalam hal keuangan.

Pertimbanagn ini sebenarnya logis. Pasalnya, apabila meilik kerugian yang dialami Takata memang bukan hal yang dapat ditopang sendirian. Pasalnya, selain harus mengganti kerugian pada konsumen, Takata juga harus bertanggung jawab pada negara tempat kejadian naas itu terjadi melalui sejumlah denda dan sebagainya. Menariknya, ditempatkan dalam kondisi paceklik keuangan tersebut, Takata masih disasar oleh 30 calon investor untuk siap menjadi tonggak keuangan barunya. Jika memang hal tersebut terjadi, maka Takada seharusnya sudah bersiap melepaskan diri dari Tahta CEO tersebut. Baca juga Lagi, Vendor Nyatakan ‘Emoh” Pakai Takata dan Takata Sudah Ditawar Perusahaan Lain.

Top