Pertamax Turbo Malah Meluncur Di Italia

Italia Duluan Jajal Produksi Dalam Negeri – Behan bakar minyak sudah menjadi makanan yang tak akan terpisahkan dari kendaraan bermotor. Meskipun pengembangan kendaraan listrik tengah digadang-gadang oleh berbagai pihak, namun pengembangan teknologi berbasis bahan bakar fosil masih bisa dibialng lebih dulu maju lantaran secara usia memang lebih tua dalam pengembangannya. Hal ini bisa dikatakan menjadi alasan yang jelas, mengapa mobil promadona hingga saat ini masih pede menggunakan bahan bakar fosil.

pertamax turbo malah meluncur di italia

Di Indonesia sendiri, mesikupun kedatangan banyak pemain asing, namun secara umum Pertamina memegang peranan penting atas bahan bakar minyak. Bahkan bisa dikatakan bahwa Pertamina merupakan penyuplai terbesar makanan untuk para kendaraan bermotor di Indonesia. Hal ini rasanya menjadi alasan pembenar mengapa Pertamina sibuk asik mencari racikan baru bahan bakar yang lebih strong.

Sebagaimana dikabarkan sebelumnya, Pertamina tengah menguji Pertamax Turbo sebagai varian tertingginya dengan RON 98. Bisa dikatakan, varian tertinggi ini bakal dikalahkan di masa depan lantaran Pertamina juga mengembangkan varian Pertamax Racing dengan RON 100. TIngginya angka RON ini membuktikan tingginya kelas sasaran mobil yang meminumnya.

Sebagaimna dikabarkan melalui Kompas (2/7/2016), Pertamax Turbo sebelumnya diuji melalui kerja sama dengan perusahaan mobil kencang, Lamborgini. Hal ini semakin menguatkan posisi Pertamax Turbo sebagai makanan khusus untuk mobil kencang. Menariknya, dilansir dari sumber yang sama, saat ini Pertamax Turbo sudah dipasarkan. Sayangnya bukan di Indonesia, melainkan di Italia.

Jika melihat alur waktunya, sebenarnya penjualan ini wajar apabila mengigat tempat pengujian atas Pertamax Turbo juga dilakukan di negara Menara Pisa tersebut. Informasi penjualan ini tergolong valid lantaran disampaikan langsung oleh Senior Vice President Fuel Marketing, and Distribution Pertamina, Muhammad Iskandar.

Sayangnya, hingga saat ini juga belum dikabarkan kapan BBM Super ini mampir ke Indonesia. Jika melihat volume kendaraan yang beredar, nampaknya BBM jenis ini tak akan menggantikan posisi Pertalite/Premium. Pasalnya, kendaraan bermotor yang mendominasi jalan saat ini, yakni roda dua, rata-rata masih setia menggunakan Premium di RON 88. Bahkan untuk jenis baru masih mengandalkan Pertalite di RON 90. Jika dipaksakan meminum BBM super, bisa dipastikan mesin dapat menjadi rusak lantaran tak sesuai spesifikasinya. Baca juga Pertamina Jamin Tidak Akan Lebaran Tanpa Bensin dan Pertamina Meluncurkan Dexlite Bagi Kendaraan dengan Mesin Diesel.

Top