Ford Indonesia Tunjuk Pihak Ketiga

Ford Motor Indonesia (FMI) sudah menentukan pihak ketiga – sebagai pelaksana layanan purna jual, garansi, dan ketersediaan suku cadang, yang akan bekerja setelah seluruh operasi FMI berhenti di Indonesia. Terkonfirmasi, pihak pengganti itu adalah perusahaan yang berkantor pusat di Thailand, RMA Group. Atas langkah itu maka FMI sudah bisa berhenti beroperasi di dalam negeri.

ford motor indonesia fmi sudah menentukan pihak ketiga

“Kami sudah menentukan siapa yang akan melanjutkan aftersales,” ujar Bagus Susanto, Managing Director FMI .Menanyakan terkait hal itu via surat elektronik langsung kepada Bagus Susanto, Managing Director FMI. Lantas jawabannya datang dari Direktur Komunikasi FMI Lea Kartika Indra, KompasOtomotif jumat (15/7/2016). “Kami sedang melakukan finalisasi rincian kesepakatan kontrak kami dengan RMA Group,” jawab FMI,KompasOtomotif jumat (15/7/2016). Kita bisa berharap FMI akan mengeluarkan pernyataan resmi terkait hal itu dalam jangka waktu dekat.

Januari lalu FMi menyatakan akan menghentikan seluruh oprasinya di Indonesia pada semester kedua tahun ini pernyataan ini pun mendapatkan protes keras dari konsumen hingga akhirnya terjadi perjanjian damai yang isinya menyatakan FMI tidak akan pergi sampai menunjuk pihak ketiga. Batas terakhir penunjukan pihak ketiga sampai 31 Maret 2017.

“Kami telah melakukan pengkajian menyeluruh terhadap organisasi mereka untuk memastikan bahwa mereka memiliki kemampuan dan sumber daya untuk menyediakan kelanjutan dukungan dan pemeliharaan yang diharapkan dan dibutuhkan oleh pelanggan kami di Indonesia,” jelas keterangan resmi itu lagi. FMI akan menyampaikan pengumuman resmi mengenai penunjukan RMA Group dalam beberapa pekan ke depan.

RMA Group adalah perusahaan global dengan jumlah pekerja lebih dari 8.000 karyawan dan sudah beroperasi di 19 negara dan lima benua. RMA Group sudah bekerja sama dengan Ford lewat bidang pengembangan penjualan fleet, modifikasi kendaraan dalam program Qualified Vehicle Modifier, dan memiliki diler di Laos, Kamboja, Kazakhstan, dan Sri Langka.

Menurut keterangan sumber, pihak ketiga yang ditunjuk FMI adalah RMA Group. Perusahaan yang berdomisili di Bangkok, Thailand, ini sudah lama berhubungan dengan Ford Motor Company terkait Qualified Vehicle Modifier (QVM). Menurut situs RMA Group, perusahaan ini juga spesialis penyedia infrastruktur banyak bidang, di antaranya transportasi dan aftersales. Baca juga Rencana recall Volkswagen pada kendaraan bermesin diesel V6 3.0L dan Audi RS3 Terbaru Kepergok Saat Uji Jalan

Top