Mobil Listrik Dengan Teknologi Baru

Siap- siap untuk memenuhi kebutuhan teknologi di era pengetatan peraturan aturan lingkungan – , Saat ini produsen- produsen asal jepang berencana untuk menambah dana untuk penelitian dan pengembangan (R&D), mulai tahun 2016 ini. Dari total semua produsen mobil terbesar di Jepang kenaikan anggaran mencapai 2,8 persen jika dibandingkan tahun 2015 lalu, atau meningkat menjadi 2,81 persen triliun yen atau Rp 346 triliun. Kenaikan ini merupakan kenaikan untuk yang ke tujuh kalinya disepanjang tahun 2015 dan 2016.

sia siap untuk memenuhi kebutuhan teknologi di era pengetatan peraturan aturan lingkungan

Jumlah tersebut juga melonjak hampir 1 triliun yen dari tahun 2009 lalu. Selain ditujukan untuk bisa menghasilkan kendaraan yang hemat bahan bakar (Listrik dan hibrida),  penambahan dana R&D juga untuk mengejar teknologi mobil otonomos. Melihat banyaknya dana yang di bilang besar ini sektor otomotif memegang kekuasaan signifikan terkait inovasi teknologi.

Advertisement

Ketujuh perusahaan tersebut diantaranya Tiyota, Nissan, Suzuki, Mazda dan Fuji Heavy Industries (Subaru), Honda, dan Mitsubishi tetapi dari ketujuh perusahaan ini hanya enam yang menaikan belanja R&D. Pengeluaran R&D untuk Toyota meningklat hingga 2,3 persen menjadi 1,08 Triliun yen atau Rp 133 triliun, termasuk dana pengembangan untuk unit usaha lainnya, seperti salah satunya Daihatsu Motor, Angka ini masih lebih tinggi dibanding dengan persaingan General Motor dan Daimler, yang investasinya mencapai 800-900 miliar yen.

Kemudian belanja R&D untuk Nissan juga ikut naik meski kenaikan Nissa tidak sebesar kenaikan Toyota, Saat ini Nissa berada di angka 560 miliar yen atau Rp 69 triliun atau naik 5,3 persen di bandingkan tahun lalu 2015, dan untuk Suzuki berencana menghabiskan 140 miliar yen atau 17 triliunatau naik 6,9 persen dari tahun 2015 lalu.

Kenaikan untuk Mazda 7,2 persen hingga mencapai 125 miliar yen atau Rp 15 triliun dan produsen mobil merk Subaru, Fuji Heavy Industries meningkat dana R&D sebesar 17,2 persen menjadi 120 miliar yen atau Rp 14 triliun, dan untuk Mitsubishi Motors yang menambah dananya sebesar 23,3 persen menjadi 97 miliar yen atau Rp 11 triliun.

Sementara untuk produsen Honda malah menurunkan anggarannya sampai 4,1 persen karena siklus pengembangan model. Tetapi honda akan membangun tempat R&D dipusat kota Tokyo pada musim gugur ini. Lokasi ini juga niatnya akan digunakan untuk mempelajari kecerdasan buatan yang diperlukan pada teknologi self-driving. Honda juga akan menggandeng lembaga penelitian lainnya untuk proyek ini. Baca juga Mercedes Benz Luncurkan CLS Edisi Terakhir dan Di Indonesia porsi pembelian mobil terlaris secara kredit Toyota Avanza

Top