Kartel Skutik Bisa Kena Denda Rp 25M

Lama Tak Terdengar, KPPU Update Kartel Skutik – Beberapa waktu yang lalu, memang sempat tersiar kabar di berbagai media tentang adanya dugaan kartel yang dilakukan oleh perusahaan pembuat skuter matik di Indonesia. Tentunya hal ini sangat mengejutnkan, lantaran harga asli produksinya disebut-sebut setengah dari harga jual yang ada.

kartel skutik bisa kena denda rp 25m

Jika dilihat sekilas, praktik kartel sendiri biasanya sering dilakukan oleh dua pengusaha atau lebih yang terjun dalam pasaran yang sama. Para pengusaha tersebut selazimnya memiliki kemampuan penguasaan pasar yang luas dibandingkan dengan pengusaha lainnya. Selanjutnya pengusaha tersebut akan saling menyepakati harga patokan yang tentu akan dibuat setinggi mungkin untuk mendulang keuntungan yang tak sedikit. Hal ini tentunya akan merugikan konsumen karena dipaksa untuk membayar harga yang lebih sangat mahal.

Setelah sekian lama tak ada kabarnya, isu tentang pengusaha skutik yang bermain karetel di Indonesia akhirnya terdengar kembali. Diberitakan melalui Okezone (21/7/2016), ternyata kasus ini sudah masuk persidangan di luar pengadilan. Pasalnya, persidangan ini dilakukan sendiri oleh KPPU atas dasar kewenangannya untuk mengorek dugaan perilaku kartel tersebut.

Masih berdasarkan sumber yang sama, hingga saat ini putusan sidang belum didapatkan. Hal ini wajar, lantaran biasanya proses sidang ini tak bisa didapatkan dalam proses waktu yang sebentar. APabila melihat proses di lapangan saat ini, baru tahap permulaan karena masih dalam tahap pembacaan laporan dugaan pelanggaran. Itu artinya masih panjang prosesi yang harus dilakukan untuk memutuskan arahan kasus ini.

Berdasarkan keterangan Frans Adiatma, senior antitrust investigator KPPU, jika memang dugaan kartel ini terbukti dilakukan oleh kedua perusahaan pembuat skutik yang paling laris di Indonesia tersebut, maka pihaknya berwenang untuk menetapkan denda setidaknya 25 Miliar Rupiah kepada para pengusaha tersebut. Selain  kewenangannya tersebut, putusan tersebut dapat berakibat panjang karena dapat masuk ke ranah pidana khusus yang berkaitan dengan praktik kartel.

Jika melihat kondisinya, apabila praktik kartel tersebut benar adanya, besar kemungkinan dunia otomotif di Indonesia akan memiliki suasana yang berbeda beberapa tahun mendatang. Baca juga KPPU Curigai Permainan Honda dan Yamaha dan Premium Akan Di Hilangkan.

Top