Koenigsegg Kecelakaan

Sensor Gagal Paham, Koenigsegg Ringsek – Hyper Car memang sengaja dibuat untuk menghadirkan sensasi tersendiri dalam dunia otomotif. Pasalnya, spesifikasi sebuah hyper car senantiasa mampu menyuguhkan efek ‘wow’ bagi setiap mata yang memandangnya. Tak heran, dari segala sisi yang dimiliki oleh Hyper Car mampu menjadi sebuah pembahasan tersendiri dalam setiap jagat otomotif dunia. Sayangnya, kali ini berita hadir kurang begitu menyenangkan bagi jajaran mobil hyper ini.

koenigsegg kecelakaan

Dilansir dari Okezone (22/7/2016), Hyper Car dengan branding Koenigsegg dilaporkan mengalami kecelakaan pada 18 Juli 2016. Menariknya, Koenigsegg model One:1 mengalami kecelakaan pada kegiatan yang terbilang mengagetkan. Hal ini disebabkan Koenigsegg mengalami kecelakaan ketika sedang berusaha memecahkan rekor kecepatan di sirkuit Nurburging.

Logikanya, kejadian ini tentu saja menjadi hal yang memalukan bagi sebuah hyper car. Apalagi, agenda yang sedang dilakukan adalah agenda yang bisa dibilang terencana sebelumnya. Karena hal tersebut, Koenigsegg langsung diboyong ke kantor pusatnya di Swedia. Menariknya, dari hasil pemeriksaan itu ditemukan bahwa sistem ABS tidak berfungsi sebagaimana mestinya yang akhirnya membawa Koenigsegg pada tubrukan tak terbantahkan.

Secara mendetail, Koenigsegg mengalami gangguan ABS pada bagian sebelah kiri. Kerusakan tersebut ternyata pada sensor ABS yang tak dapat memberikan pembacaan yang sesuai. Masih beradsal dari sumber yang sama, kegagalan sensor tersebut menyebabkan sistem ABS sama sekali tak berfungsi yang artinya rem akan mengunci sepenuhnya sebagaimana sistem pengereman standar. Alhasil, Koenigsegg ini langsung keluar lintasan dan menabrak dinding dengan tak terkendali.

Menariknya, dari temuan ini didapati suatu hal yang cukup mengagumkan. Pasalnya, ketidakaktifan sensor ABS tersebut ternyata sudah diantisipasi oleh pabrikan dengan membuat indikator yang dapat dibaca oleh pengemudi. Pada kejadian ini, sebenarnya indikator sudah menyala dengan sempurna yang menandakan sensor ABS mengalami kelumpuhan. Sayangnya, indikator tersebut tak terbaca oleh pengemudi dengan alasan pengemudi terlalu sibuk memperhatikan lintasan.

Hasil investigasi tersebut memang memberikan korelasi yang jelas antara kecelakaan dan kelalaian pengemudinya. Untungnya, hyper car ini memiliki sistem keselamatan yang sempurna. Pasalnya, airbag mengembang dalam waktu ayng tepat. Selain itu, sensor bahan bakar juga segera mengunci ruang bahan bakar agar tak terjadi ledakan. Nampaknya, status hyper car memang masih mengagumkan bahkan setelah mengalami kecelakaan sekalipun. Baca juga Dengan Pintu Model Hypercar, Mini Paceman Tampil Lebih Trendi dan Millecavalli, Hypercar Asal Italia Seharga Rp13 Miliar.

Top