Toyota Altis Kena Recall, Komunitas Angkat Bicara

Recall Takata Sampai Indonesia, Toyota Altis Waspada – Kacaunya Airbag yang dibuat oleh Takata beberapa waktu yang lalu memang membuat dunia geleng-geleng kepala. Pasalnya, hampir semua merek laris manis di pasaran dunia terkena dampak atas ulahnya. Hal tersebut yang kemudian memaksa beberapa merek untuk putus hubungan dengan perusahaan asal Jepang tersebut. Tentunya, bagi Takata pemutusan hubungan tersebut menjadi sepakan telak bagi dirinya di dunia otomotif.

toyota altis kena recall komunitas angkat bicara

Nyatanya, respon berbeda memang didapati dari negara berbeda pula. Jika di Amerika Serikat airbag Takata sampai diawasi oleh Pemerintah dalam pengurusan penarikannya, di Indonesia malah bisa dibilang cenderung adem ayem seperti tak terjadi apa-apa. Siapa sangka, dibalik adem ayemnya tersebut, sangat banyak varian mobil terkenal di Indonesia yang menggunakan airbag Takata sebagai alat keselamatannya. Alhasil, logikanya jelas, bakal masuk ke tahap penarikan.

Advertisement

Walaupun belum ada kejadian mematikan yang dialami oleh konsumen Indonesia, nampaknya para vendor dari berbagai merek memang berusaha mencegah agar hal tersebut tak kadung terjadi. Pasalnya, dari kejadian di beberapa negara sudah menjadi data yang penitng tentang kegagalan produk Takata tersebut. Jika kemarin Honda sudah melakukannya, kali ini diberitakan oleh Okezone (22/7/2016), Toyota sedang sibuk untuk menangkap kembali Toyota Altis dari tangan masyarakat.

Toyota Altis yang ditarik adalah produksi tahun 2001-2008. Penarikan ini langsung  dilakukan oleh Toyota Astra Motor selaku penganggung jawab produk Toyota tersebut di Indonesia. Tentu saja, penarikan ini bertujuan untuk dilakukannya penggantian airbag yang lebih aman ketimbang buatan Takata terakhir. Atas kejadian ini, Komunitas Toyota Altis yang tergabung dalam Altic menyampaikan pendapatnya.

Menurutnya langkah Toyota untuk melakukan recall sudah tepat. Sayangnya, metode yang digunakan cenderung tidak efektif lantaran masih menggunakan database pembelian Toyota. Padahal, varian mobil tersebut sudah termasuk lama karena sudah masuk dalam kurun waktu 10 tahun. Artinya, sangat dimungkinkan mobil tersebut sudah jatuh ke tangan kedua, ketiga, dan seterusnya. Hal ini tentunya membuat indikasi kemungkinan surat pemanggilan Toyota salah alamat kepada pemilik lama yang sudah tak ada urusan dengan kondisi mobilnya tersebut. Baca juga Lagi, Vendor Nyatakan ‘Emoh” Pakai Takata dan Lagi, CEO Perusahaan Akan Mundur.

Top