Kucurkan Dana Rp5,8 Triliun, Samsung Rambah Dunia Otomotif

Masuki Bisnis Otomotif, Samsung Beli Saham BYD Company Seharga Rp5,8 T – Seolah tak puas dengan kesuksesannya di bisnis teknologi gadget, rupanya Samsung tengah mempersiapkan strategi untuk mulai merambah bisnis otomotif. Pasalnya, saat ini Samsung Electronics Company memastikan langkahnya masuk ke dalam industri otomotif global terlihat semakin mantap. Melalui anak perusahaannya, Shanghai Samsung Semiconductor, raksasa elektronik asal Korea Selatan ini menggelontorkan dana sebesar 449 juta dollar AS atau Rp 5,8 triliun untuk membeli saham BYD Company.

masuki bisnis otomotif samsung beli saham byd company seharga rp5 8 t

BYD itu sendiri, merupakan produsen mobil yang fokus mengerjakan proyek pada segmen mobil bertenaga listrik, juga ditopang oleh taipan Warren Buffett via Berkshire Hathaway Incorporated. Dana tersebut dikeluarkan untuk mengakuisisi sebanyak 52,3 juta lembar saham milik BYD dengan harga perlembarnya adalah 57,4 yuan atau setara dengan Rp 112.575.

Rupanya, dana tersebut terkumpul dari sebanyak enam investor, menurut pernyataan resmi lantai bursa Shenzhen, China, dilansir Automotive News, dan dirangkum dari KompasOtomotif, Senin (25/07/2016). Dikatakan bahwa penggalangan dana ini termasuk pencairan saham milik miliarder Wang Chuanfu, berkurang 1,9 persen menjadi tinggal 18,8 persen.

Samsung sendiri, mengejar kepemilikan saham BYD, setelah mendapat persetujuan dari pemerintah China. Selain itu, faktor yang emnjadi peluang menarik bagi Samsung adalah penjualan mobil listrik di China juga terbilang sangat pesat, termasuk sokongan pemerintah yang terus mendorong infrastruktur pengisian ulang baterai.

Produsen gadget nomor satu dunia asal Korea Selatan ini, pekan lalu juga mengatakan, bahwa dengan investasi di BYD akan mendorong bisnis semikonduktor Samsung ke industri otomotif.

Sementara, kabarnya BYD menyatakan, akan terus mendorong ekspansi produksi baterai, pusat penelitan, dan pengembangan, termasuk riset kendaraan energi terbarukan. Dalam hal ini, pemerintah China tak kalah juga memiliki ambisi untuk memiliki pangsa pasar hingga 3 juta unit mobil listrik pada 2025 mendatang. Hal ini menjadi target baru setelah berhasil menggeser Amerika Serikat sebagai pasar terbesar di dunia, pada tahun lalu.

Sebagai informasi, sebelumnya, Samsung juga sudah menjalin kerjasama dengan Audi untuk memasok keping memori untuk setiap piranti hiburan pada dasbor kendaraan asal Jerman itu. Baca juga Mobil listrik Chevrolet Bolt hasil kerjasama Chevrolet dan Samsung akan rilis 2016 dan Samsung Kolaborasi Kebutuhan Pengendara

Top