Mitsubishi Jepang Anjlok, Target Luar Negeri Jadi Incaran

Mitsubishi Jepang Jelas Rugi, Keuntungan Cabang Internasional Jadi Gantungan – Permainan curang dalam dunia bisnis memang nampaknya sangat gurih dilakukan. Sengaja ataupun tidak dilakukannya suatu kecurangan, yang pasti adanya keuntungan yang didapatkan oleh pengusaha curang tentu saja tetap ada. Walaupun demikian, risiko dari dilakukannya suatu kecurangan benar-benar mengerikan, dari hilangnya kepercayaan hingga jatuhnya perusahaan siap datang di depan mata.

mitsubishi jepang anjlok target luar  negeri jadi incaran

Walaupun bukan merupakan cerminan inspirasi di atas, namun nampaknya kasus yang menimpa Mitsubishi perlu menjadi sebuah pelajaran. Pasalnya, skandal emisi yang telah dilakukannya praktis telah membuat posisi perusahaan asal negeri Sakura ini terus terjepit. Walaupun pada akhir keputusannya telah menyerahkan diri untuk dicaplok oleh Nissan, nampaknya tidak akan menjadi jalan keluar yang cepat untuk Mitsubishi dalam menghadapi kasusnya kali ini.

Dilansir dari Kompas (26/7/2016), Mitsubishi diprediksi akan terjun bebas dari level keuntungannya tahun lalu. Pasalnya, pada tahun fiskal 2016 ini, Mitsubishi diprediksi akan menghadapi penurunan keuntungan yang luar biasa hingga menyentuh angka 70 persen. Tentu saja angka tersebut bukanlah suatu hal yang main-main lantaran sudah melebihi ambang batas setengah dari keuntungan yang diharapkan.

Jika melihat lebih dalam lagi mengenai keuangan perusahaan ini, periode April-Juni 2016 kemarin perusahaan ini hanya mampu mengumpulkan 4 miliar yen saja. Apabila dikonversi dengan kurs Rupiah saat ini, tersebut angka Rp 497 miliar menjadi keuntungan yang dikantongi Mitsubishi. Banyak? Tentu saja untuk kelas perusahaan otomotif kelas dunia keuntungan tersebut masih dalam tataran minus dalam tahap ekspektasi.

Melihat kondisinya tersbeut, masih dilansir dari sumber yang sama, perusahaan ini sedang melakukan gencaran pasar pada ranah luar negeri selain Jepang. Pasalnya, beberapa negara pemasaran di Asia masih menjadi momok yang menjanjikan bagi Mitsubishi, contohnya Thailand. Menariknya, di Amerika Serikat dan Eropa yang katanya sangat ketat menjaga standar emisi malah memiliki catatan yang baik atas penjualan Mitsubishi.

Menengok Analis Nikkei Group QUICK, penurunan laba yang dialami Mitsubishi kali ini berasal dari kompensasi yang kudu dikeluarkan Mitsubishi untuk para pelanggannya yang menerima produk hasil skandalnya. Baca juga Nissan Tidak Membenarkan Kasus Skandal Emisi yang Menjeratnya dan Nissan Motors Dikenai Denda Rp3,7 Miliar Terkait Kasus Manipulas Emisi.

Top