AHM Buka Mulut Soal DP Nol Persen

OJK Berwacana, AHM Berbicara – Korelasi kuat antara kredit dengan jual beli kendaraan bermotor nampaknya tak bisa dipungkiri lagi. Pasalnya, salah satu tonggak penjualan dari para vendor di Indonesia tentu mengandalkan fasilitas kredit yang disediakan oleh lembaga pembiayaan. Meskipun pada prinsipnya kredit adalah proses menggadaikan kemampuan keuangan di masa depan untuk memenuhi kebutuhan saat ini, namun nampaknya pola konsumsi masyarakat masih lebih menyukai praktik ini ketimbang membeli cash.

ahm buka mulut soal dp nol persen

Oleh sebab itu, pasang surutnya dunia lembaga keuangan dalam memfasilitasi kredit juga akan memengaruhi bisnis para pemain pasar dunia otomotif di Indonesia. Menariknya dilansir dari Kompas (4/8/2016), OJK selaku pemegang ototritas atas pengaturan operasional lembaga keuangan membuka wacana mengenai penurunan aturan DP alias uang muka pembelian kendaraan bermotor hingga nol persen dari sebelumnya 15%-20%. Rencana tersebut nantinya akan dilangsungkan hanya kepada lembaga pembiayaan yang memiliki angka kredit macet di bawah satu persen yang cenderung aman.

Advertisement

Menanggapi hal tersebut, Thomas Wijaya, General Manager Penjualan PT Astra Honda Motor (AHM) menjelaskan bahwa belum bisa berbicara banyak karena masih sekedar wacana. Menurut pihaknya, pada dasarnya dalam pasar otomotif masih banyak variabel yang menentukan kesehatan pasarnya, Sebut saja, pertumbuhan ekonomi, tinggi rendahnya inflasi, suku bunga, harga kebutuhan pokok masyarakat, dan komoditas memiliki peran penting dalam menilai hal tersebut.

Thomas menambahkan, jika kondisi tersebut berada pada angka positif tentu keterjangkauan konsumen, khususnya kredit pun menjadi semakin sehat. Hla ini tentunya akan menguntungkan semua pihak nantinya. Hal yang pasti apapun yang terjadi, perusahaan pembiayaan juga dipastikan harus memiliki parameter yang jelas untuk tetap menjaga kesehatan pasar. Hal ini tentu akan berpengaruh pada penetapan uang muka agar tidak terjadi kredit macet.

Sebagai informasi, aturan DP sebenarnya dapat memengaruhi pola konsumsi masyarakat untuk membeli kendaraan sepeda motor. Semakin kecil uang muka, maka cenderung masyarakat ‘tanpa modal’ pun akan mampu untuk menandatangani kontrak pembelian. Hal inilah yang sering emmbuat kredit macet. Di sisi lain, sekalipun kredit macet terjadi, perhitungan target penjualan secara umum tetap dituliskan dalam angka yang positif. Baca juga Beberapa Dealer resmi Toyota  sudah membuka pasarannya dan Pihak Leasing Ungkap Alasan Beli Motor Kredit Bisa Lebih Mahal.

Top