Pendidikan Dan Dunia Industri Tidak Sesuai

Banyak lulusan kejuruan atau universitas bekerja tidak sesuai dengan jalur pendidikan – Sumber daya manusia (SDM) masih menjadi isu menarik untuk di perbincangkan. Lantaran kondisi yang sampai saat ini masih memprihatinkan. Salah satu penyebabnya adalah ketidaksesuaian antara dunia pendidikan dan dunia kerja khusus nya di bidan otomotif.

banyak lulusan kejuruan atau universitas bekerja tidak sesuai denga jalur pendidikan

Saat ini bukan hal yang mengherankan jika banyak lulusan- lulusan sekolah kejuruan atau universitas yang memperkerjakan tidak sesuai dengan jalur pendidikannya. ini menjadi masalah yang harusnya ditangani oleh oleh para pemangku kepentingan. “Problem di Indonesia saat ini, antara pendidikan dengan industri tidak sesuai. Sekitar 50 persen orang yang lulus sekolah tidak sesuai dengan pekerjaanny.

Advertisement

Itu yang harus dikerjakan pemerintah saat ini, bagaimana mencocokan dunia kerja dengan latar belakang pendidikan.,”ujar Bob Azam Direktur Administrasi PT Toyota Motor manufacturing Indonesia (TMMIN) KompasOtomotif, Kamis (4/8/2016). Bob melanjutkan kalau pemerintah daiharapkan mau untuk menjalin komunikasi dengan industri dan sama- sama menentukan arah kebijakan kedepannya. Demi kemajuan SDM dalam negeri untuk mendukung kebutuhan industri khususnya di dunia otomotif.

“Kalau saran kami tolong dengarkan industri, agar bisa cocok. Kita sekarang seolah- olah ada komunikasi tapi dibandingkan dengan negara lain, komunikasi kita belum kongkret,”ujar Bob.  Bob mencoba memperdalam pembahasannya dimana hasil dari komunikasi dan diskusi itu bisa dituangkan dalam sebuah kurikulum. Sehingga SDM yang berkwalitas dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh industri otomotif banyak tersedia.

“Pemerintah dan swasta seharusnya membahas, apa kompetensi yang 5-10 tahun lagi yang dibutuhkan dan mana yang kurang bermanfaat. Ini karena pendidikan tidak disiapkan untuk pekerjaan yang lampau tetapi pekerjaan yang akan datang” Ujar Bob. Bob menceritakan kalau Singapura lembaga pendidikan menghapus jurusan-jurusan yang sudah tidak dibutuhkan lagi oleh industri. Sederhanaya, tidak ada lowongan pekerjaan untuk jurusan yang dianggap sudah tidak diperlukan. Baca juga Pembagunan fasilitas maintenance yang disertai dengan program pelatihan dan Tim Penyelidik Umumkan Kesimpulan Skandal Mitsubishi

Top