Nissan Hentikan Produksi Baterai Listrik

Seluruh Saham Nissan Untuk Produksi Baterai Listrik Bakal Dijual – Dikabarkan bakal menghentikan produksinya untuk baterai listrik, Nissan Motor akan menjual sahamnya pada perusahaan penghasil baterai, Automotive Energy Supply (AES). Perusahaan tersebut, merupakan perusahaan penghasil baterai yang berdiri pada tahun 2007 silam dan khusus memproduksi baterai Lithium Ion untuk mobil listrikn Nissan Leaf dan beberapa kendaraan hybrid lainnya.

seluruh saham nissan untuk produksi baterai listrik bakal dijual

Diketahui, Nissan sendiri memiliki saham sebesar 51 persen dan rekannya Nippon Electric Company (NEC) sebesar 49 persen. Kabarnya, saat ini Nissan tengah mulai pembicaraan dengan perusahaan Jepang dan China, terkait penjualan seluruh sahamnya. Informasi tersebut seperti yang dilaporkan Nikkei dan dirangkum melalui KompasOtomotif, Senin (08/08/2016).

Advertisement

Penjualan seluruh sahamnya, menjadi isyarat bahwa Nissan tak akan lagi memproduksi baterai sendiri untuk produk mobil listriknya. Pihak perusahaan telah menyampaikan bahwa dengan membeli bateri dari pemasok, dianggap akan lebih murah untuk biaya produksinya dibandingkan dengan memproduksi sendiri. Sebagai informasi, pada akhir tahun 2015 lalu AES telah memperoleh mendapatan dari hasil penjualan baterai sebesar 36,6 miliar yen atau setara dengan Rp4,7 triliun.

Mobil listrik Nissan Leaf sendiri merupakan kendaraan yang dirilis Nissan pada tahun 2010 lalu dan hingga bulan Juni 2016 telah berhasil terjual sebanyak 230.000 uniy di seluruh dunia. Nah, untuk meningkatkan angka penjualan, produsen Jepang tersebut akhirnya memutuskan untuk memangkas biaya sehingga harga jualnya ikut terpangkas dengan mengurangi biaya pada baterainya.

Hingga saat ini, Nissan sendiri masih belum selesai memutuskan berapa harga jual untuk 51 persen sahamnya tersebut. Namun ditargetkan akhir tahun sudah ada perusahaan yang dipilih Nissan, untuk menjadi pembeli.

Setelah resmi berpindah tangan untuk saham pembuatan baterai tersebut, Nissan mengatakan akan lebih fokus pada bisnin pengembangan teknologi baru, seperti misalnya kendaraan yang menggunakan motor listrik dan mobil self-driving. Selain itu, perusahaan juga  serta akan lebih serius dalam meningkatkan produktivitasnya. Terlepas mengincar harga baterai yang murah, dana dari hasil penjualan ini nampaknya juga akan digunakan untuk menopang Nissan yang saat ini sedang dalam kondisi tidak baik. Baca juga Prototipe Nissan BladeGlider Bakal Hadir di Olimpiade Rio dan November 2016 Nissan Bakal Hadirkan Pengembangan Model SUV Terbaru

 

Top