Honda Belum Pikirkan Pesaing Untuk Gesits

Honda tidak dikenal sebagai merek motor listrik –  Teknologi alternatif pada kendaraan seperti hibrida atau listrik lama memasuki industri otomotif, namun yang mengaplikasikan nya baru sedikit untuk di Indonesia. Saat ini yang terasa di dalam negeri hanya pada sektor mobil sementara produsen besar sepeda motor sama sekali belum mempunyai ancang- ancang. Pemimpin besar motor di Indonesia, Astra Honda Motor (AHM) mengatakan hingga saat ini belum ada road map yang jelas dari pemerintah terkait dengan pengembangan roda dua.

honda tidak dikenal sebagai merek motor listrik

Ketidak jelasan itu yang membuat produsen urung memperkenalkan teknologi canggih dalam hal alternatif bahan bakar. Agustinus Indraputra, General Manager Marketing Planning & Analysis Division AHM di Malang, Jawa Timur, Menjelaskan perusahaannya saat ini belum berfikir kearah sana. Masalah lain yag dia sebutkan adalah teknologi canggih juga punya konsekuensi harga jual lebih mahal, Sebab itu peralihan seperti itu butuh bantuan dari pemerintah.

“Tergantung pertauran dari pemerintah. Regulasi mau seperti apa road map seperti apa. Harusnya itu sesuatu yang gampang menurut saya pribadi. Pemerintah hanya tinggal buat saja regulasinya seperti apa. Yang membuat tidak jelas sekarang adalah regulasinya,”ujar Indraputra, KompasOtomotif, Selasa (9/8/2016). Teknologi yang sudah ada salah satu kendalanya adalah masalah harga yang masih mahal, Indra putra menambahkan.

Baca juga review lengkap Mas Sena tentang Gesits

Honda memang tidak dikenal dengan merek motor listrik meski demikian konsep motor listrik bebek sudah lama dikembangkan. Pada Tokyo Motor Show 2015 lalu. Honda menampilkan versi terkini EV-Cub. Memulai penggunaan teknologi alternatif tidak harus menunggu gerakan pemerintah. Misalnya saja perusahaan lokal Garasindo saat ini terus mengembangkan skuter listrik Gesits yang dirancang bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Lokalisasi Gesits menyebutkan mencapai 90 persen.

separator

Bahkan kadar itu bisa makin besar sebab itu Garansindo tengah membuka kerjasama dengan UNS (Universitas Negeri Sebelas Maret) dan UGM (Universitas Gadjah Mada) terkait pengembangan baterai lithium. Garansindo juga mengharapkan ada bantuan dari pemerintah berupa regulasi. Namun dibanding menungggu lalu diam reaksinya menghasilkan sesuatu yang bisa mempercepat pemikiran pemerintah. Baca juga Skuter Listrik Terra Ramaikan GIIAS 2016 dan Sepeda motor listrik nasional Gesits dipercepat

Top