Nasib LCGC Setelah 5 Tahun

LCGC Merupakan Program 5 Tahun Saja – Low Cost Green Car adalah sebutan awam untuk program Pemerintah Indonesia dalam segmen mobil terjangkau hemat energi. Program ini sejatinya dilakukan dengan memberikan insentif dalam bidang perpajakan atas varian-varian mobil tertentu yang dirasa Pemerintah pantas untuk mendapatkan keistimewaan tersebut.nasib lcgc setelah 5 tahun

Dampaknya tentu bagi konsumen sendiri yakni masyarakat Indonesia yang akhirnya bisa membeli mobil dengan biaya yang lebih murah. Selain itu, dengan spesifikasi terbatas pada kubikasi mesin yakni 980-1200 cc untuk mobil bermesin bensin dan 1.500 cc untuk diesel, serta konsumsi bahan bakar yaitu 20 kilometer per liter menjadikannya mobil yang bisa dianggap ramah lingkungan di antara varian-varian di atasnya. Tentu, bagi produsen sendiri, program ini terbukti mampu mengatrol angka penjualan.

Advertisement

Namun siapa sangka, dibalik keistimewaan tersebut, Pemerintah ternyata hanya merencanakan program LCGC berjalan dalam 5 tahun semenjak diberlakukan. Indormasi ini didapat dari Dirjen Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan yang dilansir dari Okezone (22/8/2016). Menurutnya, memang berdasarkan road map yang telah dibuat oleh Pemerintah, program LCGC hanya berlaku dalam 5 tahun ke depan.

Menariknya, pihaknya juga menyampaikan apabila ada rencana percepatan program ini. Walaupun demikian, Dirjen ILMATE memang menyatakan bahwa program LCGC yang ada sekarang masih dalam tahapan awal. Besar kemungkinan program ini juga diperpanjang. Menurutnya, perpanjangan dapat diberlakukan apabila ada peningkatan dalam spesifikasi LCGC menjadi lebih hemat energi.

Katakanlah apabila LCGC yang dijual nantinya mampu memnuhi standar emisi Euro 4, nampaknya memang akan menjadi pertimbangan insentif program ini tetap dilanjutkan. Sayangnya, sebagaimana diketahui, Indonesia sendiri saat ini masih kekeuh bertahan di Euro 2. Padahal, Euro 2 memiliki emisi yang lebih buruk ketimbang Eusro 4. Itupun jika ditinjau dari segi hemat energinya juga akan kalah telak.

Namun pihaknya menyatakan bahwa LCGC sendiri masih mungkin dipertahankan dengan standar emisi yang sekarang. Pasalnya, menengok Jepang yang sudah lebih maju ketimbang Indonesia, LCGC dengan sebutan keicar di sana masih dipertahankan. Padahal secara spesifiaksi, keicar masih emnyabet teknologi yang lebih lawas dibandingkan standar umum emisi di Jepang. Baca juga Tak Ada Program Mobil Murah di Indonesia dan Versi produksi GO-Cross hampir pasti dijual.

Top