Deal-Deal-an Dibalik Penuruan Pajak Mobil

Pemerintah Menunggu Kajian Gabungan Pengusaha – Siapa sangka jika dalam industri otomotif nasional masih ada deal-dealan antara Pemerintah dan pengusaha? Tentu saja ada. Pasalnya, sebagai pemilik otoritas dalam suatu negara Pemerintah senantiasa harus memastikan proses bisnis yang berlangsung di daerah kekuasaannya menguntungkan semua pihak terutama rakyatnya.

deal-deal an dibalik penuruan pajak mobil

Kali ini, dilansir dari Okezone (22/8/2016), Pemerintah sedang dalam proses menunggu kajian Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Kajian ini bersangkutan erat dengan permintaan Gaikindo untuk menurunkan tarif pajak kendaraan bermotor yang merupakan pusat bisnisnya. Tentu, asumsi dasarnya, apabika pajak diturunkan pastinya akan memengaruhi penurunan harga pasaran pada kendaraan. Penurunan harga tersebut tentu menjadi magnet yang baik bagi calon konsumen mobil di Indonesia.

Menariknya, semenjak tahun lalu Gaikindo sudah merayu Pemerintah untuk menurunkan tarif pajak hingga 20 persen dari tarif yang berlaku sekarang. Apalagi, dengan geliat pasar otomotif yang senantiasa terus menurun beberapa tahun ini nampaknya memang membuat Gaikindo kudu memiliki cara yang efektif untuk menggaet para konsumen kendaraan roda empat di Indonesia.

Menghadapi permintaan tersebut, dilansir dari Okezone (22/8/2016), Dirjen Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) I Gusti Putu Suryawirawan memang mengamini bahwa Gaikindo memang sedang mempersiapkan kajian mengenai permintaannya tersebut.

Pasalnya, sebagai sebuah negara, penurunan tarif pajak kendaraan itu sama saja dengan memangkas pendapatan negara. Secara umum pemasukan negara akan dikrobankan karena pemangkasan tarif tersebut apabila memang benar diberlakukan. Untuk itu, perlu adanya timbal balik yang dapat dilakukan oleh pada pengusaha sebagai respon yang tetap menguntungkan pihak Indonesia dibalik kerugian tersebut.

Masih melalui sumber yang sama, secara umum Pemerintah terbuka untuk permohonan tersebut. Namun jika pajaknya diturunkan, setidaknya para pengusaha dapat meningkatkan sisi lain pada sektor yang sama seperti peningkatan investasi dan lapangan kerja. Hal tersebut nampaknya memang menjadi penentu atas kebijakan Pemerintah dalam penentuan tarif pajak.

Secara logis, apabila investasi ataupun lapangan kerja diperluas, maka beban APBN juga akan turut berkurang secara paralel untuk menyediakan lapangan kerja. Artinya semua memang akan diuntungkan apabila memang kajiannya mendukung. Baca juga Mobil Sedan Kurang Diminati Masyarakat Indonesia dan Gaikindo Ajukan Permintaan Pemangkasan Pajak Sedan.

Top