Permintaan Lebihi Target, Daihatsu Belum Mau Tambah Produksi Claya-Sigra

Kurang Dari Sebulan Pemesanan Sigra-Calya Capai Angka 5.000-8.000 SPK – Baru saja diluncurkan di pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016. Angka pemesanan LCGC MPV Daihatsu Sigra sudah melebihi target yaitu lebih dari 5.000 unit. Sementara untuk saudara kembarnya, Toyota Calya juga telah melewati targetnya yaitu lebih dari 8.000 unit pemesanan.

kurang dari sebulan pemesanan sigra calya capai angka 5000 8000 spk

Sejak awal, Daihatsu sendiri hanya menargetkan penjualan untuk Sigra sebanyak 2.000 hingga 3.000 unit. Sementara target penjualan untuk Toyota Calya adalah 7.000 unit per bulannya. Namun, rupanya meski pemesanan tersebut telah melebihi target, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) sebagai produsen  yang menggarap proyek kedua mobil tersebut masih belum bisa menentukan apakah jumlah produksinya akan ditambah atau tidak.

Seperti informasi yang dirangkum dari Okezone, Senin (22/08/2016) tertulis bahwa Direktur Marketing ADM sendiri, Amelia Tjandra mengatakan bahwa pihakny akan terus mengevaluasi perkembangan permintaan dari konsumen.

“Selalu kami evaluasi. Bagaimanapun launching produk pertama, enam bulan adalah masa euforia. Barulah setelah enam bulan, kalau demand itu masih stabil, kami akan pertimbangkan menambah produksi. Kalau sekarang terlalu dini, baru sebulan,”Ujar Amel.

Pihaknya lalu menambahkan bahwa angka dari surat pemesanan kendaraan (SPK) merupakan salah satu indikator yang penting. Hal ini bisa menjadi penilaian diterima atau tidaknya kendaraan baru yang dijual kepada masyarakat.

Nah, jika melihat catatan pemesanan saat ini, dalam waktu kurang dari sebulan kedua mobil LCGC tersebut sudah terbilang lumayan. Penerimaan dari keduanya sangat bagus di kalangan konsumen. Hal ini memang telah sesuai perkiraan karena jenis mobil LCGC di Tanah Air merupakan yang banyak diminati selain MPV juga SUV.

“3.000 itu target kami retailsales. Yang 5.000 unit itu baru SPK. Biasa dari yang saya sering cerita, dari SPK untuk jadi retail itu butuh waktu karena harus disurvei. Konsumennya harus keluar down payment (DP). Jadi bisa dikatakan baru setengah. Kalau 5.000 unit SPK-nya Sigra, setengahnya itu kan baru 2.500 unit. Jadi belum bisa dilihat. Tapi ini juga penting, karena SPK sendiri merupakan basis untuk jadi retail. Lihat enam bulan lah, baru ketahuan aslinya,” Papar Amel kemudian.

Sebagai infromasi, Daihatsu Sigra dan Toyota Calya ini merupakan mobil LCGC produksi lokal yang digarap oleh  pabrikan Daihatsu di Karawang Plat, Jawa Barat. Baca juga KTB Panen Raya, 1.460 Unit Mitsubishi Masuk SPK dan KIA Berhasil Catat Penjualan 157 Unit Mobil di Ajang GIIAS 2016

Top